oleh

Masa Pandemi Covid-19, Imigrasi Kelas III Kotabumi Tidak Ada Pasport Keluar Negeri

Realita Lampung (RL) – Imigrasi kelas III Kotabumi dalam masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), warga Lampung Utara belum ada pengajuan permohonan pembuatan paspor keluar negeri. 

Selain pembuatan pasport jumlah para Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang tercatat keluar ataupun kembali ke daerah asalnya masih belum berubah. 
“Data di kita tidak ada satu pun warga asal Kabupaten Lampung Utara yang mengajukan permohonan pembuatan pasport keluar negeri. Sebab dari tanggal 24 Maret 2020, layanan pasport memang dibatasi. Itu pun diutamakan bagi mereka yang ingin berobat,” kata 
Kasubsi Informasi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas III Kotabumi, Khresna Aji Pranata, Senin (15/6/2020).
Menurutnya bagi para pekerja migran Indonesia yang masuk kembali ke tanah air memang tidak ada keharusan untuk melaporkan kepulangannya ke kantor Imigrasi Kotabumi. Sebab secara tanggung jawab, mereka yang tiba kembali ke wilayah Indonesia sebelumnya sudah melalui rangkaian pemeriksaan pihak Imigrasi yang bertugas di bandara-bandara ataupun jalur lainnya.
“Secara khusus Imigrasi Kotabumi memang tidak melakukan pengawasan. Mereka yang kembali biasanya langsung dilaporkan kepada pihak BNP2TKI atau BP3TKI dan Dinas tenaga kerja,” ujarnya.
Dia menambahkan hal itu diperkuat dengan tidak adanya surat rekomendasi dari pihak Disnakertrans Lampura ataupun agen perusahaan penyalur jasa para pekerja yang masuk dalam data permohonan Imigrasi Kotabumi. Sebab kedua hal diatas merupakan beberapa syarat wajib bagi warga yang ingin membuat passport saat hendak bekerja ke negara lain.
“Dua syarat di atas harus ada. Kalau dalam permohonan tidak ada maka tidak dapat dilayani. Maka sampai hari bisa dipastikan tidak ada warga yang Lampura ingin bekerja keluar, negeri,” lanjutnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Imam Hanafi mengungkapkan pihaknya belum menerima adanya laporan penambahan para pekerja migran yang kembali ke Kabupaten setempat. Begitupun dengan mereka yang ingin bekerja keluar negeri.
Hanya saja belum lama ini pihaknya sempat menerima laporan adanya seorang pekerja migran yang dikembalikan. Setelah dilakukanlah pengecekan ternyata satu orang tersebut tidak terdata dalam sistem.
“Setelah kami telusuri ternyata satu orang PMI itu bukan warga kita. Melainkan warga Waykanan. Untuk
jumlah masih sama, yakni sebanyak 30 orang,” ungkapnya. (***) 
• Laporan : Yono
• Editor : Sri Wahyuni

Komentar