oleh

Organisasi Mitra PAUD Implementasikan Kegiatan Belajar dari Rumah

Realita Lampung (RL) – Organisasi Mitra PAUD menjalankan pengimbasan program fasilitas guru implementasi belajar dari rumah yang berlangsung sejak tanggal 22 – 30 Juni 2020 di 4 wilayah di Kabupaten Lampung Utara.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ir. Mikael Saragih, MM, melalui Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Yeni Sulistina, S. Si, MM mengatakan, program tersebut dilaksanakan secara mandiri oleh gabungan organisasi mitra PAUD setempat dan telah berakhir di hari Selasa 30 Juni 2020.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di 4 wilayah sejak tanggal 22 Juni 2020 sampai 30 Juni 2020, dan kegiatan itu terbagi untuk di wilayah Sungkai Utara sekitarnya berlangsung paa tanggal 22 hingga 23 Juni 2020, di wilayah Abung Kunang dan sekaitarnya pada tanggal 24 – 25 Juni 2020, dan di wilayah Kotabumi sekitarnya pada tanggal 26 – 27 Juni 2020, lalu di wilayah Abung Selatan dilaksanakan pada tanggal 29 – 30 Juni 2020.

“Acara ini diadakan dengan dasar atas kebijakan pemerintah tentang  pembelajaran dari rumah,” kata Yeni Sulistina, seraya menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.

“Tujuannya, yang pertama untuk membekali para guru agar memiliki kemampuan dalam menyusun RPP berbasis rumah, kemudian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran bagi anak usia dini yang bersifat konseptual, dan menambah wawasan dan kecakapan guru dalam membangun relasi dengan orang tua dalam kondisi apapun,” jelasnya.

Sasaran kegiatan itu, lanjutnya, sekitar 250 orang PAUD dari 23 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Utara.

Dengan harapan guru PAUD dapat mengembangkan kompetensinya dan meningkatkan pembelajaran bagi anak usia dini meski harus melakukan pembelajaran dari rumah. 

Dalam kegiatan ini, guru diberi kesempatan untuk dapat membantu dan membimbing orang tua dalam mengajarkan pola asuh yang baik, menumbuhkan nilai karakter positif anak, menanamkan disiplin sejak dini dan menggali potensi-potensi minat bakat anak sejak dini, paparnya.

Dikatakan Yeni Sulistina, dirinya selaku Kabid PAUD dan Dikmas Disdikbud setempat langsung bertindak dalam membuka dan mengisi materi kegiatan tersebut.

Yeni Sulistina menyampaikan, bahwa meski Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan bersama tentang Kebijakan Pendidikan di masa pandemi covid-19 yang memperbolehkan kegiatan tatap muka di sekolah bagi daerah zona hijau, namun untuk Lampung Utara kemungkinan hal tersebut belum dapat dilaksanakan mengingat daerah itu masuk di zona kuning.

Dalam kegiatan itu juga lanjut Yeni Sulistina, para guru diberikan pemahaman tentang bagaimana cara mereka memberikan materi dan pola asuh kepada siswa dimasa Pandemi Covid-19.

Hal ini dilakukan karena situasi pandemi yang tidak memungkinkan anak-anak untuk bertatap muka secara langsung setiap hari.

“Namun yang terpenting pendidikan kecakapan hidup, pola asuh anak dan pendidikan karakter anak itu bisa disampaikan ke wali murid. Salah satunya dengan berkunjung ke rumah siswa secara bergantian,” paparnya.

Hal itu, tambah Yeni Sulistina mengingat Kabupaten Lampung Utara bukan berada di zona hijau namun berada di zona kuning.

“Dengan berlakunya zona ini otomatis kebijakan Pemerintah yang sudah memperbolehkan belajar dengan bertatap muka secara langsung itu belum bisa diterapkan di Kabupaten Lampung Utara,” ungkap Yeni Sulistina.

Masih menurutnya, selain itu hasil koordinasi dengan tim Gugus Tugas Covid-19 Lampung Utara juga belum berani memberikan rekomendasi untuk kegiatan bertatap muka secar langsung.

“Untuk itu para guru sejak dini harus memetakan pola pelajaran yang bagaimana untuk diterapkan ke siswanya masing-masing,” ujarnya.

Untuk jadwal masuk sekolah tambah Yeni, untuk ajaran baru ini diadakan serentak pada tanggal 13 Juli 2020.
Namun untuk pendidikan bertatapan muka secara langsung belum bisa ditentukan.

Kemungkinan besar di tanggal 13 Juli 2020 anak-anak akan masuk sekolah guna pengenalan lingkungan sekolah masing-masing. Karena tidak mungkin anak akan belajar di rumah tanpa mengenal lingkungan sekolahnya terlebih dahulu.

“Nanti kita dari Disdikbud akan menggelar rapat bersama untuk membuat kebijakan di hari pertama masuk sekolah. Insya Allah ini akan dibahas lebih lanjut,” pungkasnya. (***)
• Penulis : SR 
• Editor : Sri Wahyuni

Komentar