oleh

Faktor Desa Sumber Arum Ditetapkan Sebagai Kampung Tangguh Nusantara

Lampung Utara (RL) – Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya bahan sayuran menjadi penghasilan tambahan masyarakat Desa Sumber Arum sampai menjadi perwakilan Desa Tangguh Nusantara di Kabupaten Lampung Utara. 

Kepala Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Gabriel Bintoro mengungkapkan, masyarakatnya selain memiliki penghasilan dari pertanian seperti padi, jagung, ketela ramba dan singkong juga memiliki penghasilan dari perkebunan karet dan sawit.
“Selain itu masyarakat juga membudidayakan berbagai macam sayuran seperti bayam, kangkung, selada, terong dan lain sebagainya. Budidaya sayuran ini dibudidayakan, dikembangkan oleh masyarakat secara swadaya dan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai tambahan penghasilan,” kata Gabriel Bintoro, Rabu (15/7/2020) lalu.

Bahan-bahan sayuran itu, lanjutnya, telah dirasakan oleh masyarakat dan menguntungkan. Untuk memenuhi pesanan masyarakat setempat telah mampu menjual sayuran setiap malamnya lebih dari tiga ribu ikat bahan sayurannya.

“Masyarakat Desa Sumber Arum menjual sayurannya kepasar-pasar kurang lebih tiga ribu ikat permalam. Ini dilakukan masyarakat yang menjual sayurannya ke pasar mulai dari jam 10 malam sampai jam 3 pagi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bintoro mengatakan, Selain itu dari sektor peternakan juga terdapat peternak ayam petelur, sapi, dan kambing, untuk pemenuhan daging dan telur bagi masyarakat. “Kemudian juga kami melalui alokasi Dana Desa tahun anggaran 2019 kami mengadakan pelatihan budidaya,” ungkapnya.

Lanjutnya, kami melalui alokasi Dana Desa tahun anggaran 2019 sudah mengadakan pelatihan budidaya lembah madu dan keuntungannya hasilnya juga sudah dirasakan oleh masyarakat. 

Saat ini masyarakat yang melakukan budidaya lembah madu mulai merasakan keberhasilan sebagai penambah penghasilan. Harapan kedepannya semakin banyak masyarakat yang melakukan budidaya lembah madu sehingga Desa Sumber Arum bsia menjadi sebagai desa penghasil lembah madu.
Dibidang kesehatan, lanjut Bintoro, Desa Sumber Arum memiliki satu buah Puskesdes yang melayani kesehatan bagi masyarakat setiap harinya oleh bidan desa dan terdapat dua posyandu untuk melakukan kesehatan balita setiap satu bulan sekali, serta ada kegiatan untuk pelayanan kesehatan bagi lanjut usia. 
“Pada tahun 2019 Desa Sumber Arum juga ditetapkan sebagai Desa yang MDR artinya masyarakatnya sudah bebas buang air besar sembarangan. Pada saat pandemi covid-19 ini Desa Sumber Arum membentuk satgas gugus petugas pencegah covid-19 dengan menyiapkan protokol kesehatan yakni dengan bersama bidan desa, babinkabidnas dan juga babinsa melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan prilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. Selain itu menyiapkan ruang isolasi dengan melakukan APD, penyemprotan secara berkala, membagikan masker, menyiapkan cuci tangan pada rumah warga. Selain itu untuk kegiatan ditempat-tempat ibadah kami juga lakukan penyemprotan disinfektan, papar Bintoro.

Kemudian di bidang sosial dan ekonomi. Masyarakat Desa Sumber Arum merupakan masyarakat yang majemuk jadi masyarakat Desa Sumber Arum terdiri dari berbagai macam suku budaya dan agama. Dalam kehidupan bermasyarakat kami selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar suku dan antar umat beragama. 

Oleh karena itu pihak desa telah membangun sebuah kerukunan tersebut dengan didirikannya tugu kerukunan umat beragama yang dibangun di depan balai desa ini merupakan satu-satunya tugu kerukunan umat beragama yang ada di Provinsi Lampung. 
Selain dalam sektor pertanian dan peternakan untuk mencapai perekonomian masyarakat sudah berkembang ragam industri kecil dan menengah seperti budidaya jamur tiram, pengrajin kerupuk, keripik, gilingan padi dan pengrajin anyaman bambu serta sektor jasa yang dikelola secara sosial secara swadaya oleh masyarakat desa, jelas Gabriel Bintoro. (***)
• Penulis : Budi Irawan 
• Editor : Sri Wahyuni 

Komentar