oleh

Tokoh Masyarakat, Pelaksaan Proyek Infrastruktur Kotaagung Timur Kurang Profesional

Realita Tanggamus (RL) – Tokoh masyarakat menyoroti pelaksanaan pembangunan di Kantor Kecamatan Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus yang dinilai kurang kurang profesional.

Seperti diungkapkan, Mirza YB Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tanggamus dan Wakil Panglima Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, menyebut pengelolaan persoalan proyek yang dilaksanakan di Kecamatan Kotaagung Timur kurang profesional dan transparan.
Menindaklanjuti persoalan itu, Mirza YB, mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dalam mengelola tata pemerintahan, tentunya harus profesianal dan transparan. 
Menurutnya, semua upaya yang dikerjakan harusnya bertujuan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat atau masyarakat Tanggamus jangan sebaliknya. Tanamkan dalam niat jiwa serta perilaku kita bahwa untuk membangun tanggamus bukan hanya membangun saja kemudian pergi, seharusnya ada prinsip keterbukaan, profesional, akuntabel dan kejujuran karena masyarakat sekarang sudah melek dan jeli melihat kondisi yang terjadi dan akan terjadi, kata Mirza YB, melalui pesan WhatsAppnya, Rabu 15 Juli 2020.
Lanjutnya, kalaubdi perhatikan dari papan nama proyek bangunan, menunjukkan ketidak profesionalan dari KPA-nya dan di nilai terlalu ceroboh dan diduga camat kurang peduli, berarti seorang ASN yang diberi tugas oleh negara untuk melayani masyarakat, jadi tidaklah pantas seorang pejabat publik bersikap cuek seperti itu, kurang tahu, yang semestinya tahu, dan yang paling utama, anggaran yang digunakan berasal dari mana, dan pada Tahun Anggaran kapan pengerjaannya, ujar Mirza.
Dalam hal ini, Mirza berharap kepada pihak terkait untuk melakukan tindakan yang semestinya. “Kita minta kepada pihak yang terkait dengan adanya hal tersebut, agar hendak lakukan tindakan, baik dari segi kepegawaian maupun dari segi pelanggarannya,” kata Mirza. 
Ditambahkannya, “Ingat bahwa kesuksesan penegakan hukum adalah tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat, ya kita tunggu apa yang mereka lakukan terhadap peristiwa ini,” pungkasnya.
Sementara itu Camat Kotaagung Timur sampai berita ini diterbitkan belum berkenan untuk dikonfirmasi baik secara tatap muka maupun via online. (***)

Komentar