oleh

Ditetapkan Jadi Tersangka, Pemda Akan Carikan Kadiskes Pengacara

Realita Lampung – Pasca ditetapkannya Kepala Dinas Kesehatan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada tahun 2017 – 2018, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara tengah mencari pengacara untuk solusi dilakukannya penangguhan.

Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Drs. H. Lekok, MM, ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, saat ini Pemda setempat akan memberikan bantuan hukum kepada Kepala Dinas Kesehatan tersebut.
“Sedang kita bahas, bentuk bantuan hukum bagaimana, paling tidak mencari pengacara untuk yang bersangkutan,” kata Drs. H. Lekok, MM, Kamis 27 Agustus 2020. 
Mengenai proses lebih lanjut, Pemda Lampung Utara sepenuhnya menyerahkan kepada pihak penegak hukum terkait dugaan tindak pidana yang diduga dan disangkakan kepada Kepala Dinas Kesehatan tersebut. “Kita menghargai proses hukum yang sedang dilakukan pihak Kejaksaan,” ujarnya.

Bantuan hukum dimaksud, kata Drs. H. Lekok, MM, yang akan diberikan kepada Kepala Dinas Kesehatan tersebut termasuk penangguhan karena itu bagian dari langkah pengacara.
“Salah satunya itu, apakah penangguhan penahanan. Ini yang sedang kita kaji, kemungkinan-kemungkinan itu. Apakah mungkin dilakukan,” lanjutnya.
Sementara terkait kekosongan dalam posisi jabatan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara setelah ditetapkannya, MM sebagai tersangka. 
Sekkab Lampung Utara itu mengungkapkan, sesuai dengan peraturan, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) karena sedang dalam proses hukum atau menjalani proses hukum maka akan dibenhentikan sementara sampai ada keputusan hukum tetap (inkrah).
“Karena jabatan kepala dinas tidak boleh kosong, maka kita (Pemerintah) akan menunjuk pelaksana tugas (Plt),” kata Drs. H. Lekok. MM. 
Sebelumnya diberitakan, MM yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan telah ditetapkan oleh aparat penegak hukum sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi BOK tahun 2017 – 2018 yang besaran anggarannya mencapai Rp32 miliar dan ditemukan kerugian negara lebih dari Rp2,1 miliar.
Dalam dugaan kasus korupsi BOK tahun 2017 – 2018 ini sudah dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebelum MM (Kadiskes), EA juga telah ditetapkan sebagai tersangka yang menjabat Kepala Puskesmas Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, pada bulan Juli 2020 lalu.
Tersangka MM ditahan di rumah tahanan (Rutan) kelas II B Kotabumi. Sementara EA selaku (Kapus) Ogan Lima setelah ditetapkan sebagai tersangka berstatus tahanan kota. 
Dalam perkara itu tersangka EA, terlibat tindak pidana korupsi BOK, dimana pada Tahun 2017, Puskes Ogan lima mendapatkan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) sebesar Rp429.000.000.- yang terbagi menjadi 4 Triwulan, 1.2.3 dan 4 yang dibagi atau dikelola oleh masing-masing pemegang program di Puskes.
Namun sebagian kegiatan itu tidak dilaksanakan dan diduga membuat laporan fiktif, akibat perbuatannya yang diduga melawan hukum itu pihak Polres Lampung Utara melakukan penyelidikan dan terdapat kerugian negara sebesar Rp118.417.184.00,- sehingga EA ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi BOK tersebut. (***)

Komentar