oleh

PWI Prihatin Atas Kekerasan Terhadap Profesi Wartawan

Realita Lampung – Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Utara prihatin atas aksi kekerasan yang terjadi tehadap salah seorang wartawan televisi yang dilakukan Ketua Panitia pertandingan sepak bola Bupati Cap.

Peristiwa perampasan kamera dan diduga disertai pemukulan itu terjadi ketika wartawan SCTV – Indosiar kontributor Lampung Utara, Ardy Yohaba hendak mengonfirmasikan kericuhan sehingga adanya salah satu tim yang didiskualifiasi terhadap, Juanda Basri selaku Ketua Panitia pertandingan sepak bola Bupati Cup tersbeut, Jumat 28 Agustus 2020 lalu.

“Kami dari PWI Lampung Utara sangat prihatin atas insiden kekerasan yang dilakukan terhadap rekan seprofesi kami itu,” ujar Jimi Irawan (Ketua) didampingi seketarisnya Furkon Ari, Sabtu 29 Agustus 2020.

Dalam kejadian itu, lanjut Jimi Irawan, PWI Lampung Utara tidak lagi melihat siapa yang benar dan salah. Karena aksi kekerasan serta perampasan kamera yang dilakukan oknum tersebut merupakan suatu pelanggaran hukum.
“Karena apapun dalihnya, ketika seorang wartawan mengalami tindakan kekerasan saat melakukan tugas jurnalistiknya, merupakan pelanggaran hukum. Dalam hal ini profesi wartawan memiliki Undang-undang tersendiri atau dilindungan oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ujarnya.
Untuk itu diharapkannha pihak kepolisian benar-benar serius dalam menangani persoalan ini, sehingga kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari.
“Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polres, kami berharap agar dapat diusut tuntas,” lanjutnya.
Peristiwa tersebut, ditambahkan Furkon Ari (Sekretaris PWI Lampung Utara) tidak semestinya terjadi. Tidak harus dengan cara seperti intimidasi jika narasumber yang enggan dimintai keterangan oleh wartawan. 
“Narasumber berhak menolak untuk diwawancarai. Bukan dengan cara kekerasan,” sambung Furkon Ari.
Diketahui, kejadian kekerasan terhadap profesi wartawan itu terjadi bermula saat Ardy Yohaba selaku kontributor SCTV-Indosiar hendak melakukan wawancara dengan pihak panitia atas kericuhan pertandingan sepak bola yang menyebabkan salah satu Club didiskualifikasi.
Sebelumnya dia telah memperkenalkan diri kepada salah seorang pengurus KONI setempat, Ardy Yohaba diarahkan untuk mewawancarai ketua panitia.
Saat itu, Ardy Yohaba sempat menunggu sekitar 30 menit, kemudian oknum ketua panitia bernama Juanda Basri datang. Ardy Yohaba dan Juanda Basri sempat berbicara, namun tidak lama berlangsung, terjadi pemukulan dan perampasan kamera milik Ardy Yohaba.
Atas kejadian tersebut, Ardy Yohaba melapor ke Mapolres Lampung Utara dan laporan diterima langsung oleh Ipda Irwanto selaku Kepala Unit Sentra Pelayanan (SPKT) dengan nomor Laporan Polisi : LP/855/B/VIII /2020/ POLDA LAMPUNG /RES LU. (***)

Komentar