oleh

Tempat-tempat Wisata Lampung Utara Berpotensi Menjadi Perimadona

Realita Lampung – Potensi tempat-tempat wisata di Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung yang masih harus dikelola dan dikembangkan oleh seluruh stakholder dan perlunya dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar menjadi tujuan wisatawan di kemudian hari.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lampung Utara, Ilham Akbar bersama jajarannya tengah berupayakan dengan langkah kongkrit untuk bisa dilakukannya pengembangan tempat-tempat wisata yang ada di kabupaten setempat. Diantaranya dalam upaya terbentuknya Ripparda atau Rencana Induk Pengembangan Pariwisataan Daerah. Ripparda itu sudah harus tersedia karena untuk melakukan pengembangan obyek-obyek wisata itu memang sudah harus ada Rippardanya.

“Sesuai dengan perintah Undang-undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang kepariwisataan itu di seluruh Indonesia setiap daerah itu sudah wajib memiliki Rencana Induk Pengembangan Pariwisataan Daerah,” ujarnya.

Lanjutnya, saat ini Ripparda tentang pariwisata tersebut tengah dalam masa pengkajian dan sedang digodok oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat agar menjadi Peraturan Daerah.

Dikatakan Ilham Akbar, hingga saat ini usulan tengang Ripparda itu merupakan yang ketiga kalinya diajukan pihaknya agar dapat segera mendapatkan restu dari Pemerintah Daerah dan DPRD untuk melakukan pengembangan terhadap obyek-obyek wisata di daerah setempat.

“Kita ajukan itu pertama di tahun anggaran Tahun 2018, kemudian tahun 2019 dan kembali kita ajukan di tahun 2020 ini. Sekarang sedang dalam pengkajian,” ungkapnya.

Merespon itu DPRD Lampung Utara juga telah membahas Ripparda tersebut dalam rapat paripurna. Hal ini sebagai langkah pihak legislatif dalam mendorong kemajuan daerah yang diusulkan pihak eksekutif.

Rapat paripurna DPRD Lampung Utara dalam agenda diantaranya membahas Rencana Peraturan Daerah (Raperda) untuk Ripparda agar menjadi Perda, rapat itu dipimpin langsung Ketua DPRD, Romli bersama Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II dan dihadiri Plt Bupati, Budi Utomo beserta para kepala OPD yang berlangsung, Jumat 29 November 2019 lalu, namun semua masih terkendala karena wabah covid-19.

Paripurna DPRD yang membahas tentang Propem Perda Riparda guna mendorong kemajuan daerah setempat sesuai amanat Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009, bahwa Pembangunan Kepariwisataan Daerah diselenggarakan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata begitu juga dengan Ripparda Lampung Utara.

Ketua DPRD Lampung Utara, Romli mengatakan, dibahasnya Ripparda itu mengacu pada UU Nomor 10/2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011. Karena menurutnya, Ripparda tersebut akan meliputi perencanaan pengembangan industri pariwisata, destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, dan kelembagaan pariwisata.
“Ripparda ini merupakan pedoman utama bagi perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian pembangunan kepariwisataan daerah yang berisi visi, misi, tujuan, kebijakan, strategi, rencana dan program yang perlu dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam pembangunan kepariwisataan,” ujarnya.
Kemudian Plt Bupati Lampung Utara, Budi Utomo mengatakan, melalui pembahasan tersebut nantinya pengembangan pariwisata diharapkan akan dapat menjadi motor pengerak di sektor lain.
“Dari sektor pariwisata ini akan mampu menjadi motor penggerak bagi perekonomian suatu daerah, karena proses dan output sektor lain seperti pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, perindustrian dan lainnya dapat dijual sebagai obyek kunjungan,” ungkapnya.
Selain itu pembangunan kepariwisataan dilakukan berdasarkan rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah dengan memperhatikan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Ripparnas), lanjut bupati.
Obyek wisata yang masih harus dikembangkan di Kabupaten Lampung Utara sekitar 28 tempat yang berada di Kecamatan-kecamatan. Seperti yang ada di Kecamatan Kotabumi Utara saat ini obyek atau potensi wisata itu adanya Bendungan Tirta Sinta dan Bendungan Way Merah yang ada di Desa Wonomarto.
Obyek wisata lainnya ada di Kecamatan Blambangan Pagar, Desa Jagang adanya Bendungan Way Tebabeng, di Kecamatan Abung Tinggi adanya Air Terjun curup di Dusun 3 Talang Indah, Desa Sukamaju.
Di Kecamatan Sungkai Barat, ada air terjun Curup Se-Lampung, di Desa Cahaya Mas, Embung Cahaya di Desa Cahaya Mas 2, air terjun Curup Timba di Desa Comok Sinar Jaya, lalu keindagan bukit atau Gunubg Tangki di Desa Kubu Hitu, dan bendungan atau embubg Ilahan Rya di Desa Tanjung Jaya.
Di Kecamatan Sungkai Jaya, ada bendungan Way Tulung Mas di Desa Negara Agung dab Desa Cempaka Barat. Di Kecamatan Abung Tengah adanya air terjun Way Klawas, arum jeram, wisata pegunungan flora dan fauba, dan air terjun, air ruku, dab air terjun pal besi yang ada di Desa Pekurun dusun Ciluhur. Kemudian adanya situs batu sembilan di Desa Pekurun Utara dan wahana permainan air (Bendungan) di Desa Subik.
Di Kecamatan Tanjung Raja, adanya obyek atau potensi wisata air terjun mbah Gopar (di Gendot) Desa Sukasari, air terjun Sukemi (di Gendot) Desa Sidomulyo, dan air terjun Mandi Angin di Desa Suka Mulya.
Di Kecamatan Bukit Kemuning ada air terjun Ekor Kuda, di Dusun 9 Bedeng, Desa Tanjung Baru, air terjun Beringin di Dusun 8 Desa Tanjung Baru, Curup Enggal di Jalan Talang 7, LK 13 Kelurahan Bukit Kemuning, air terjun Temiangan, air terjun Kuali, air teejun Ateng, air Muara Aman, yang berada di Dusun 5 Desa Tanjung Baru.
Lalu di Kecamatan Abung Pekurun adanya obyek atau potensi wisata bendungan Way Rarem, di Desa Pekurun dan Air Terjun Gunung Gijul, di Desa Campang Gijul. (***)

Komentar