oleh

Kadis Pengairan Sulit Ditemui, Elemen Masyarakat Akan Sampaikan Masukan Langsung Ke Bupati

Realita Lampung – Elemen masyarakat yang tergabung di Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (LSM-GMCTA) Kabupaten Lampung Tengah berkomitmen akan turut serta mendukung program pemerintah untuk penguatan potensi sumber air dan menjaga kelestarian sumber-sumber air untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana dikatakan, Ahmat Basuri selaku Ketua LSM GMCTA Lampung Tengah, dalam mendukung pelaksanaan pembangunan disegala bidang khususnya di sektor pengairan dirinya akan berusaha untuk mendorong Pemerintah Daerah melalui Dinas Pengairan Kabupaten Lampung Tengah untuk memperhatikan sumber air yang mutlak akan dibutuhkan masyarakat karena di daerah tersebut mayoritas penduduknya sebagai petani.

“Seperti keberadaan sumber air, ini keberadaan bendungan sebagai sumber air untuk persawahan itu harus dipantau dan harus menjadi perhatian bersama termasuk kita sebagai masyarakat. Karena itu bukan hanya tugas legislatif, ekskutif dan Dinas Pengairan saja. Tapi dibutuhkan juga peran serta kita sebagai masyarakat untuk aktif memberikan informasi baik itu kritik maupun saran agar sumber air dapat terus mengaliri sawah-sawah masyarakat,” kata Ahmat Basuri, Jumat 18 September 2020.

 

Seperti kita ketahui, lanjutnya, pada awal bulan Febuari 2020 lalu, Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto sudah menyerahkan sebanyak 53 surat akta notaris kepada 53 Angota Pemberdayaan Perkumpulan Pengguna Air (P3A). Hal ini tentunya bertujuan memberikan legalitas kepada kelompok tani pengguna air. Dalam hal ini Dinas Pengairan pasti memiliki terobosan-terobosan dalam program kerjanya untuk meningkatkan sumber air yang akan direalisasikan kepada masyarakat khususnya petani persawahan yang menggunakan sumber air dari irigasi yang didapatkan alirannya dari bendungan yang ada.

“Contahnya sumber air dari Bendungan Way Pengubuan, berapa ratus hektar sawah masyarakat yang membutuhkan kelancaran air untuk keberlangsungan kebutuhan petani,” ujarnya.

Namun sangat disayangkan, kata Ahmat Basuri, ketika jajarannya akan melakukan berkoordinasi dan konfirmasi terkait perkembangan tentang masalah air di daerah tersebut Kepala Dinas Pengairan Lampung Tengah, Haris Fadilah sulit untuk ditemui. “Sementara tujuan kita jelas untuk bersama-sama membangun, kita selaku kontrol sosial tentunya akan menyampaikan saran bagaimana langkah-langkah untuk kelancaran sumber air di daerah kita ini. Karena masyarakat Lampung Tengah ini lebih dari delapan puluh persennya adalah petani,” ungkapnya, yang berharap kepala dinas setempat bisa menerima sumbang saran dari masyarakat.

“Kita akan sampaikan kepada bupati secara langsung untuk program kerja kita ini. Karena kepala dinasnya sulit ditemui, ya bukan melangkahi tapi mau bagaimana kalau dia jarang ditempat dan payah untuk ditemui,” lanjutnya. (***)

Komentar