oleh

Sikap Tegas Ketua DPRD Lampung Utara Menolak UU Cipta Kerja

Ketua DPRD Lampung Utara, Romli keika dikonfirmasi, Jumat 9 Oktober 2020

Realita Lampung – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara secara tegas menyatakan sikap menlak RUU Cpta Kerja dan meminta semua pihak untuk bersama-sama menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dalam menyuarakan penolakan dengan lantang untuk keadilan.

Ketua DPRD Lampung Utara, Romli ketika dikonfirmasi terkait persoalan RUU Cipta Kerja yang saaat ini sedang dalam persoalan Negara menyatkan agar RUU tersebut perlu dicermati satu persatu, hati-hati dan lebih mendalam.

“Terkait UU Cipta Kerja itu yang saat ini lagi menjadi persoalan negara, maka saya sebagai kader partai sekaligus Ketua DPRD Lampung Utara menolak, menyatakan penolakan Undang-Undang Cipta Kerja itu,” kata Romli di kantornya, Jumat 9 Oktober 2020.

Lebih lanjut dikatakan, Romli, terkait RUU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin 5 Oktober 2020 tersebut sudah menuai pro kontra dari banyak pihak. Untuk itu perlu dicermati agar semua dapat menyetujuinya. Namun proses pengesahannya malah dipercepat dari jadwal sebelumnya sehingga ini menimbulkan banyak pendapat. Pengesahan RUU Cipta Kerja ini direncanakan pada 8 Oktober 2020 dimajukan menjadi 5 Oktober 2020.

“Karena kita sama-sama memahami bahwa ada lima poin penting yang menjadi dasar-dasar penolakan itu, pada intinya RUU Cipta Kerja itu tidak berpihak kepada masyarakat bawah. Terutama para buruh para pekerja lainnya, sehingga kita melihat daripada RUU itu yang utama tidak terlalu urgensi atau memaksakan keadaan, yang kedua ada beberapa hal penting, ada lima poin penting tidak berpihak pada masyarakat,” ungkapnya. 

Maka daripada itu, lanjut Romli, saya Ketua DPRD menolak RUU Cipta Kerja, bahkan minta kepada Presiden untuk dicabut daripada RUU tersebut. Menyikapi aksi-aksi yang sudah terjadi, ya ini aksi memang sudah cukup marak se-Indoensia, dalam rangka penolakan atas UU Cipta Kerja tersebut ini gabungan para pekerja baik itu buruh dan mahasiswa bersama masyarakat lainnya. 

“Saya meminta untuk tetap menjaga diri dan jangan mudah terprovokasi, hindari segala bentuk-bentuk benturan fisik, kita suarakan dengan suara yang lantang tetapi bukan dengan melantangkan fisik tapi justru suara untuk mencari suatu keadilan, kepada aparat kemananan juga agar dapat menahan diri agar tidak berjatuhan korban untuk selanjutnya-selanjutnya. Kami secara tegas menolak RUU Cipta Kerja itu untuk dijadikan Undang-undang,” pungkas Romli politisi dari Partai Demokrat tersebut. (***)

Komentar