oleh

KBM ‘Cut Nyak Dien’ Pesisir Barat Pelatihan Tanggap Covid-19.

Realita Lampung – Kelompok Belajar Masyarakat (KBM) Cut Nyak Dien Pesisir Barat menggelar aksi berbagi bersama masyarakat yang terdampak coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Aksi kepedulian itu merupakan bagian output pelaksanaan pelatihan tanggap covid-19. Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Bekasi, unit pelaksana tekhnis pusat di bawah naungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker RI, melalui Kelompok Belajar Masyarakat (KBM) Cut Nyak Dien Kabupaten Pesisir Barat membagikan 5000 liter handsoap, 4000 pcs nutrisi temu lawak, 5000 disinfektan dan 4000 pcs wedang jahe ke masyarakat Pesisir Barat yang terdampak covid-19, Sabtu 17 Oktober 2020.

“Sebanyak 64 peserta dalam pelatihan ini merupakan masyarakat yang memiliki kreativitas wirausaha yang terdampak covid-19,” ungkap Nazrin Dasit Ketua KBM Cut Nyak Dien Pesisir Barat. 

Lanjut Nazrin Dasit, untuk acara penutupan pelatihan tanggap covid-19 dilakanakan di PondokPesanteren (Ponpes) Darun Najah Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat hari ini. 

Dilaksanakannya pelatihan ini, lanjutnya, sebagai bagian upaya pencegahan penyebaran covid-19, tapi tujuan pelatihan pembuatan handsoap, disinfektan, nutrisi jahe, dan nutrisi temu lawan, memberi bekal untuk para peserta membantu pencegahan dan penanganan covid-19.

Peserta pelatihan ini, kata Nazrin, dari golongan ibu-ibu dan anak muda yang memiliki kreativitas home produksi perwakilan dari setiap desa yang ada di Kecamatan Pesisir Selatan, Ngambur, Ngaras dan Bengkunat.

“Kami sangat berharap pelatihan ini dapat bermanfaat untuk pencegahan virus yang membahayakan ini,” kata Echwan Cahyono Widodo, SE, selaku Kasi Evaluasi BBPP Bekasi.

“Tingginya kebutuhan handsoap untuk rumah-rumah ibadah dan pondok pesantren saat ini, menjadikan peluang juga bagi para lulusan pelatihan sebagai produsen handsoap, disenfektan dan nutrisi, lanjutnya. (*)

Pewarta: M Riki

Komentar