oleh

Granat Apresiasi Polisi, Kecam Oknum Pegawai Pemakai Narkoba

Wakil II Humas Dewan Pimpinan Pusat Granat, Adhan Nunyai, foto: ist

Realita Lampung (Kotabumi) – Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) mengecam tindakan oknum pegawai dari satuan kerja Polisi Pamong Praja yang tertangkap oleh Anggota Polres Lampung Utara tengah menggunakan narkoba dilingkungan Rumah Dinas Jabatan Bupati pada Rabu 31 Oktober 2020 lalu.

Wakil II Humas Dewan Pimpinan Pusat Granat, Adhan Nunyai menyatakan, apresiasi dan mendukung jajaran Polres Lampung Utara, khususnya Satuan Narkoba dalam menindak penyalahgunaan obat-obatan terlarang (narkotika). 

Salah satu Putera Daerah Lampung Utara ini meminta agar kiranya kasus yang menimpa dua oknum anggota Pol PP tersebut ditindak sesuai peraturan dan perundang -undangaan yang berlaku.

“Ini adalah salah satu contoh rusaknya moral aparatur sipil negara. ‘Makai’ narkoba saat bertugas, apalagi dilakukan di lingkungan rumah dinas bupati,” kata Aan sapaan akrabnya.

Pihaknya akan memantau jalannya proses hukum terhadap kedua oknum tersebut. “Tujuannya agar menjadikan efek jera kepada mereka dan para pemakaian narkoba lainnya,” kata Adhan.

Dia juga meminta, kepada Pemerintah Daerah setempat agar melakukan tes urine bagi seluruh ASN di Lampung Utara. “Berapa bulan lalu, BNN Lampung berkunjung ke Lampung Utara dalam hal sosialisasi pencegahan, dan pemberantasan narkoba. Artinya, sosialisasi tersebut belum efektif. Sebab, masih saja ada oknum ASN terlibat memakai narkoba. Karena itu, kami minta kepada pak Bupati agar melakukan tes urine kepada para ASN di Lampung Utara sebagai salah satu upaya dalam pencegahan,” kata Aan.

Sebagai Putera Daerah Lampung Utara, dia merasa prihatin atas kondisi maraknya peredaran maupun pengguna narkoba ditanah kelahirannya. 

Kendati demikian, dia mengapresiasi kerja keras Polda Lampung maupun BNN Lampung dalam menekan angka pengguna dan peredaran narkoba di Lampung. Berdasar data yang berhasil dihimpun, memasuki tahun 2019 hingga 2020, angka pengguna narkoba di Lampung turun. Populasi pengguna Lampung di 2019 yakni 0.9 dengan estimasi pernah pakai 31.811 orang dan estimasi pakai 1 tahun terakhir juga 31.811 orang. 

“Angka tersebut kami dapatkan berdasarkan survei yang dilakukan BNN pada 2019 bekerja sama dengan Pusat Penelitian masyarakat dan Budaya LIPI,” ujar Adhan. (Red/*)

Komentar