oleh

Gakumdu Dalami Video Ajakan Oknum Kades untuk Pilih Calon Incumbent

Foto: screenshot dari video

Realita Lampung Timur – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur masih mendalami beredarnya video yang diduga ada pengarahan dari aparatur kepala desa untuk memilih salah satu calon peserta di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Koordinator Gakumdu Kabupaten Lampung Timur, Winarto menuturkan, pihaknya masih mendalami atas beredarnya video yang berdurasi 1 menit 24 detik dan telah menyebar luas dimasyarakat dan oknum aparat desa di acara itu diduga telah mengarahkan masyarakat untuk memilih salah pasangan calon di acara yang berlangsung, Selasa 27 Oktober 2020 lalu tersebut.

Menurutnya, di dalam vidio tersebut kuat dugaan adalah oknum Kepala Desa Mengandungsari, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur yang bertindak sebagai pengarah di dalam acara pertemuan dengan masyarakat dan acara itu berlangsung di ruangan kantor desa setempat.

“Sudah dapat dipastikan dua orang dalam vidio itu adalah kepala desa yang didampingi sekretaris desa, di dalam ruangan kantor desa, sang Kades bertindak sebagai pengarah dan mengajak para ibu-ibu yang hadir saat itu agar mendukung dan memilih paslon nomor urut dua pada Desember mendatang, namun saat ini kita masih tahap pembahasan,” kata Winarto kepada awak media.

Persoalan video ajakan atau arahan dari oknum kepala desa kepada masyarakat dan berlangsung di dalam kantor desa (fasilitas negara) tentunya akan masuk dalam kategori pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada atau pemilu.

“Apabila terbukti, perbuatanya dapat dipidana, sesuai Undamg-undang nNomor 10 tahun 2016, tepatnya pada Pasal 188 junto Pasal 71, sang kades terancaman pidana penjara maksimal 6 bulan dan denda 6 juta rupiah,” ungkap Winarto.

Dalam kesempatan itu Koordinator Gakumdu Lampung Timur ini menyampaikan temuan serupa, adanya dugaan salah satu Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, yang memberikan arahan atau ajakan pada masyarakat agar mendukung dan memilih pasangan incumbent Desember mendatang.

“Ini juga hampir sama kasusnya, yaitu Kades mengajak dan mengarahkan masyarakatnya diruang kantor desa, dan telah kita tindak lanjuti hari ini (Kamis 29 Oktober 2020) dan sudah masuk di hari kelima proses penyelidika Gakumdu dan masuk pembahasan kedua,” ujarnya.

Temuan tersebut, lanjutnya didapatkan dari tim Pengawas Kecamtan Jabung, diketahui dalam vidio Kepala Desa Tanjungsari di dalam diruang Kantor Desa mengajak dan mengarahkan masyarakat agar memilih dan mendukung paslon nomor urut dua. 

Sementara di dalam video yang beredar dan terjadi di Desa Mengandung Sari, Kecamatan Sekampung Udik, oknum aparat desa setempat itu diduga mengajak dan mengarahkan ibu-ibu, dengan menjualan program Pemerintah Pusat ya itu Program Keluarga Harapan (PKH). (Harun Al-Rasyid/Red/*)

Komentar