oleh

Demi Mendapatkan Suket Sehat Protokol Kesehatan Terabaikan

 

Realita Lampung – Ribuan warga peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terlihat berkerumun abaikan protokol kesehatan saat menganteri pembuatan surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta surat bebas narkoba di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung.

Pantuan dilokasi ribuan warga dari 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung itu rela berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor anterian guna menerima surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba. Surat tersebut merupakan salah satu syarat untuk mendaftar sebagi peserta test Calon Pegawai Negeri Sipil, mereka terlihat memadati Aula Rumah Sakit Jiwa Lampung yang berada di Kabupaten Pesawaran, Senin 2 November 2020.

Menurut Komang Wira salah seorang warga, sejak pagi tadi sekira pukul 6 para calon peserta sudah mulai menganteri untuk mendapatkan nomor anterian test kesehatan serta surat bebas narkoba di Rumah Sakit Jiwa Lampung. Namun hingga siang hari ini belum juga mendapatkan namor anterian. Menurutnya, dimasa pandemi covdi-19 ada ketakutan tersendiri saat berkerumun dengan peserta lainya tapi mau tidak mau hal itu harus diikutinya karena kondisinya memang seperti itu yang terjadi di lapangan. 

“Kalau enggak berdesak-desakan enggak akan dapet nomor anterian untuk test mendapatkan surat sehat serta bebas narkoba sebagai syarat mendaftar CPNS,” ujarnya.

Lanjut dia, kepada pihak rumah sakit agar dapat mengurai kerumanan warga dimasa pandemi ini dan bisa mencarikan solusi agar warga tidak menunggu terlalu lama. “Saya dari Kabupaten Tulang Bawang ke sini sejak pagi tapi belum juga dapat nomor anterian,” ungkap Komang.

Menyikap hal tesebut pihak Rumah Sakit Jiwa Lampung melalui Tendry Septa Psikiater Konsultan menyatakan, pihak rumah sakit akan memberlakukan sistem pertermen dimana satu termen sebanyak seratus orang satu hari bisa dibuka empat termen bearti sehari bisa empat ratus orang yang bisa dilayani untuk mendapatkan sarat keterangan sehat jasmani dan rohani serta surat keterangan sehat atau bebas narkoba, sistem ini akan diberlakukan mulai besok harinya.

“Penutupan syarat test CPNS-kan pada tanggan 14, kami akan usahakan bisa melayani semua warga yang membutuhkan surat keterangan sehat sebelum masa waktu penutupan pengumpulan berkas pendaftaran CPNS,” kata Tendry Sapta.

Lanjutnya, bahwa pihak rumah sakit juga sudah memberikan imbauan kepada warga yang akan membuat surat kelengkapan persyaratan CPNS tersebut agar tidak berkerumun, namun desaka itu terjadi ketika warga datang ke RSJ setempat dalam waktu yang bersamaan sehingga terjadi desak-desakan.

“Kami sudah melakukan imbuan terhadap warga yang hendak membuat surat keterangan sehat untuk tidak berkerumun tapi tidak  diindahkan,” ujarnya. (RM/Red/*)

Komentar