oleh

Bupati Evaluasi Kinerja Kepala OPD, Tidak Penuhi Target Ganti

Bupati Kabupaten Tulangbawang Barat, Umar Ahmad, SP, ketika diwawancarai, seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD setempat, Selasa 10 November 2020.

Realita Tuba Barat – Bupati Umar Ahmad SP menerapkan sistem evaluasi terhadap kinerja 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mencapai pelayanan yang baik kepada masyarakat selain dari pemenuhan target dalam nawacita Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat.

Sebagaimana disampaikan Bupati Kabupaten Tulangbawang Barat, Umar Ahmad, SP, seusai mengikuti rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tentang Pembahasan 4 Raperda setempat, Selasa 10 November 2020.

Menurut Umar Ahmad, ada 24 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tengah dalam evaluasi dirinya dan jika tidak sesuai harapan apa lagi kalau jauh dari target maka dipastikan akan dicarikan penganti agar apa yang menjadi nawacita Pemkab Tulangbawang Barat bisa segera terealisasi.

“Kita akan melakukan evaluasi terhadap semua kinerja kepala OPD yang ada. Apakah sudah memenuhi target-target pelaksanaan kinerja seperti yang kita harapkan, jika tidak ya kita carikan pengantinya saja,” kata Umar Ahmad.

Untuk materi evaluasi, lanjutnya selain dari evaluasi kerajinan dalam menjalankan tugas juga difokuskan dengan kompetensi masing-masing Kepala OPD. Hal itu guna mengantisipasi berbagai kendala dikemudian hari untuk kemajuan Kabupaten Tulangbawang Barat.

“Semua aspek akan dievaluasi, termasuk dengan kompetensinya,” ujarnya.

Sementara itu ketika disinggung mengenai pengisian kursi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang akan dilelang harus kah diisi dengan ASN yang asli putra daerah atau tidak, dirinya menuturkan bahwa, semua ASN se-Indonesia memiliki peluang yang sama asalkan telah memenuhi syarat dan ketentuan dari panitia pelaksana seleksi.

“Kita tidak ada putra daerah atau non putra daerah. Semua pegawai negeri sipil se-Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pimpinan OPD di kabupaten ini,” paparnya.

Kemudian, saat ditanyai wartawan perihal akan ada promosi kenaikan jabatan atau tidak, Umar mengatakan hal tersebut bisa terjadi, dikarenakan pada tahun ini ada beberapa pejabat yang sudah pensiun.

“Untuk promosi kenaikan jabatan, itu tergantung kinerjanya. Selai itu, pasti ada pejabat yang pensiun dan sudah tidak memiliki kemampuan. Nah ini yang akan kita ganti,” pungkasnya. (JL/Red/*)

Komentar