oleh

Polisi Ringkus Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Pelaku persetubuhan saat diamankan personel Polsek Kasui Polres Way Kana, foto: ist

Realita Way Kanan – Pelaku tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur diamankan personel Polsek Kasui Polres Way Kanan tanpa perlawanan.

Pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur itu menurut Kapolres Way Kanan, AKBP Binsar Manurung melalui Kapolsek Kasui, Iptu Eko Budiarto terjadi pada Senin 9 November 2020. 

Menurutnya kejadian itu diketahui berawal pelapor (kakak korban) yang mengetahui setelah diberitahu oleh seorang saksi yang menceritakan bahwa adiknya bunga bukan nama sebenarnya yang masih berusia 15 tahun itu telah menjadi korban pencabulan, yang diketahui saksi setelah melihat messenger di akun facebook milik korban.

Untuk memastikan informasi tersebut, lanjut Kapolsek, kakak korban memanggil bunga dan menanyakan tentang kebenaran yang terjadi, dan pada saat bertemu dengan korban, keterangan dari saksi tersebut dibenarkan oleh Bunga bahwa dirinya telah di setubuhi atau di cabuli lebih dari satu kali bertempat di rumah orang tua korban dan di Gubuk yang ada di lokasi Air Terjun Curup Gangsa, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan dengan cara di paksa dan dibujuk rayu oleh pelaku.

Atas kejadian tersebut orang tua korban pergi ke Polsek Kasui untuk melaporkan kejadian tersebut agar ditindak lanjuti. Kronologis penangkapan tersangka dilakukan pada hari itu juga, Senin 9 November 2020, pukul 18.00 WIB, setelah anggota Polsek Kasui mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku.

Personil Polsek Kasui yang dipimpin Kapolsek Kasui, Iptu Eko Budiarto menuju kelokasi dan berhasil mengamankan pelaku inisial ZR usia 29 tahun di salah satu rumah warga Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan tanpa perlawanan.

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa dan diamankan ke Mapolsek Kasui untuk dilakukan proses lebih lanjut,” ungkap Kapolsek.

Akibat perbuatannya, pelaku dapat dikenakan pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI No.17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tutup Kapolsek Kasui. (Sandi/Red/*)

Komentar