oleh

Waspada! Covid-19 Belum Berakhir, Satgas Terus Ingatkan Warga untuk Patuhi Protokol Kesehatan

Realita Lampung – Semakin meningakatnya jumlah kasus konfirmasi positif terpapar covid-19 di Kota Bandar Lampung Tim Satgas Percepatan Penanganan coronoavirus disease 2019 terus menggencarkan imbau terhadap warga untuk menerapkan protokol kesehatan khsusunya di wilayah pasar swalayan serta pusat perbelanjaan.

Langkah itu dilakukan Tim Satgas Covid-19 karena jumlah pasein yang terjangkit covid-19 di Kota Bandar Lampung terus mengalami peningkatan. Berdaarkan data terkahir hingga Kamis 3 Desember 2020 kemarin jumlah pasien sudah seribu sembilan ratus yang terpapar covid-19 dengan rincian yang dirawat di rumah sakit sebanyak sertus tujuh puluh dua orang, sembuh seribu tiga ratus lima puluh tujuh isolasi mandiri di ruamh sakit, dua ratus tiga puluh dua isolasi mandiri, tiga orang meninggal dunia karena positif covid-19 dan sertaus tiga puluh enam pasein.

Untuk itu Tim Satgas Covid-19 terus menggencarkan sosilisasi kepada warga untuk menerapkan protokol kesehatan dan itu dilakukan setiap hari selama tujuh jam tim terus memberikan imbau kepada masyarakat bahwa pentingnya jalankan 3M.

Pantuan dilokasi Tim Satgas Covid-19 di wilayah Kota Bandar Lampung, tim yang dipimpin Lettu Marinir Ahmad Yani Senagai Komandan Kompi mengatakan, jajarannya mengelar giat dikawasan Pasar Tradisional Bambu Kuning untuk mengingatkan warga agar selalu menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah serta memberikan sanksi bagi warga yang melanggar protokol kesehatan seperti menyanyikan lagu kebangsaan serta pembagian masker.

Disampaikan Ahmad Nurizki Erwandi selaku juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandar Lampung, Tim Satgas covid-19 akan terus melakukan giat menerapkan protokol kesehatan kepada warga yang dilakukan selama 7 jam dalam sehari yang disebar sampai ketingkat kecamatan.

Sampai saat ini satgas Kota Bandar Lampung tidak memberlakukan denda terharap warga yang melanggar protokol kesehatan pihaknya masih memberlakukan sanksi sosial seperti menyanyikan lagu kebangsaan hingga liannya. (RM/Red/*)

Komentar

Realita Lampung