oleh

Penerima Program Sembako di Kabupaten Lampung Utara 65.133 KPM

Realita Lampung – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menegaskan jumlah penerima bantuan sosial (Bansos) Program Sembako (Prosam) di Kabupaten setempat sebanyak 65.133 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), dari ketetapan Kementerian Sosial(Kemensos) RI sebesar 74.256 Keluarga.

”Yang bertransaksi /tersalur sebesar 65.133 KPM, sisanya sebanyak masih dalam proses. Jadi saya bingung kalau ada yang mengatakan, jumlah KPM Prosam(Program Sembako) di Lampung Utara jumlahnya 61.743 KPM,” ujar Plt. Kepala Dinas Sosial(Dinsos) Lampung Utara, Hi. Muhammad Erwinsyah, M.Si., kemarin Senin, 22 12 2020.

Dia juga menambahkan, masing – masing KPM awalnya mendapat Rp 110 Ribu, namun ada kebijakan dari pemerintah pusat menaikan menjadi Rp 150 Ribu. Kemudian, karena dampak covid-19, naik menjadi Rp 200 Ribu.”Jadi tidak ada itu, kalau ada yang bilang bantuan prosam/BPNT(Bantuan Pangan Non Tunai) itu Rp 300 Ribu. Silahkan cek ke KPM, sebelum menuding kami korupsi. Berapa tiap bulan mereka menerima transfer?,”tegasnya.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan Kemensos melalui Bank Himbara(Himpunan Bank Negara) kepada KPM yang ada di Indonesia itu jumlahnya sama yakni Rp 200 Ribu. Terkecuali untuk Jabodetabek(Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Bekasi).”Untuk Jabodetabek jumlahnya memang Rp 300 Ribu  dan pengadaannya memang dilakukan oleh pusat,”paparnya.

Dirinya masih berharap semua pihak dapat mendukung terlaksananya program bantuan sosial sembako ini, demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.”Masyarakat menggesek sendiri ke e-warung, kemudian diberikan produk sesuai keinginan masyarakat. Jadi KKS untuk mereka berbelanja itu, ditangan masing – masing KPM. Kami hanya memfasilitasi supaya pelaksanaan pendistribusian berjalan sesuai dengan harapan,”paparnya.

Erwin juga berharap, agar pihak – pihak tertentu dalam menerbitkan suatu pemberitaan dapat berkoordinasi dengan tim koordinasi Kabupaten. Sehingga dalam pemberitaan tidak bias dan simpangsiur serta merugikan pihak lainnya.“Kita tidak ingin permasalahan ini berlarut – larut, kalau bukti pemberitaan yang menyudutkan kita sudah kita screenshot. Tapi kita masih menunggu etikat baik dari mereka,”pungkasnya. (***)

Komentar

Realita Lampung