oleh

Ungkap Kasus Bobol Rumah, Kapolres Tubaba; Beli Barang Hasil Kejahatan Langgar Hukum

Realita Tulangbawang Barat – Satuan Reserse Kriminal Polsek Lambu Kibang, Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggulung kawanan pelaku pencurian dengan pemberatan bersama terduga penadah barang hasil curian modus bongkar rumah.

Kawanan pelaku yang diamankan jajaran Polres Tulangbawang Barat itu masing-masing berinisial NM, RF dan HF, ketiganya merupakan warga Kampung Agung Dalem, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.

NM bersama RF ditangkap lantaran diduga menjadi penadah barang curian hasil tindak kejahatan HF yang dilakukannya di kediaman PA salah seorang warga kabupaten setempat pada Kamis, 3 Desember 2020 lalu.

Diketahui aksi pencurian tersebut karena pada saat itu korban PA yang terbangun untuk menjalankan sholat subuh dan korban curiga melihat pintu belakang rumahnya yang sudah terbuka, namun dia baru menyadari ketika ingin melihat jam bahwa handphonenya telah raib dari tempatnya.

Atas kejadian itu, PA mendatangi Polsek Lambu Kibang untuk melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya. Dari laporan korban, unit Reskrim Polsek Lambu Kibang melakukan penyelidikan.

Akhirnya 20 hari berselang, titik koordinat GPS handphone tersebut berada di Kampung Agung Dalem, Kecamatan Banjar Margo, dan benar saja, handphone itu sedang di gunakan NM.

“Dia (NM) langsung kita amankan, lalu dilakukan pengembangan, NM mengaku mendapatkannya dari RF,” ujar IPTU Akhmad Cik Wijaya, Kapolsek Lambu Kibang, Sabtu 12 Desember 2020 kemarin.

Lanjut Kapolsek, akhirnya RF juga ditangkap. Lalu RF mengaku handphone tersebut dibelinya dari HF. Mendengar pengakuan itu petugas kepolisian setempat bertindak cepat langsung melakukan penggerebekan di kediaman HF, pada saat itu HF tak lagi dapat melarikan diri akhirnya pelaku utamanya pun ditangkap.

Berdasarkan penyidikan kepolisian, HF mengaku dia melancarkan aksinya pada saat dini hari pada waktu kejadian, dengan cara menjebol pintu belakang rumah korbannya. Setelah berhasil masuk HF hanya mencuri satu unit handphone android merk vivo Y12 dan langsung melarikan diri tanpa menutup pintu yang dijebolnya, jelas Kapolsek.

Terpisah, saat di konfirmasi Minggu 27 Desember 2020, AKBP Hadi Saepul Rahman Kapolres Tulang Bawang Barat menghimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli barang second, apalagi hanya karena tergiur harga yang murah.

Oleh sebab itu, dirinya meminta masyarakat terlebih dahulu menanyakan asal usul dan kejelasan dari barang yang akan di beli, karena menyimpan atau menggunakan barang hasil tindak kejahatan adalah perbuatan yang melanggar hukum.

“Saya menghimbau masyarakat agar berhati-hati membeli barang second. Harus dicek terlebih dahulu, terutama barang-barang berharga seperti HP dan kendaraan bermotor harus jelas asal usulnya,” imbau Kapolres AKBP Hadi Saepul Rahman.

Saat ini handphone tersebut telah dijadikan alat bukti oleh kepolisian. Sedangkan ketiga tersangka hanya dapat menyesali perbuatannya dibalik jeruji besi, dengan ancaman 7 tahun penjara, sesuai dengan pasal 363 KUHPidana. (JalaL/*)

Komentar

Realita Lampung