oleh

Viral Video Geng Motor Mengayun-ayunkan Senjata Tajam

Relialita Lampung – Viral video geng motor berkeliling mengacungkan berbagai jenis senjata tajam sehingga para kepengguna jalan menjadi resah khusus masyarakat Kota Bandar Lampung.

Video gang motor itu viral di media sosial melalui tik tok serta instagram atas akun id : ferdibeng, video berdurasi 29 detik terlihat sekelompok pemuda yang diduga geng motor itu pada minggu malam hari mengacung-acungkan berbagai senjata senjata tajam kepenggunakan jalan di kawasan Jalan Antasari, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung dan membuat masyarakat resah dan takut menjadi korban sabetan senjata tajam tersebut.

Dalam video yang beredar itu berbagai jenis senjata tajam seperti celurit, pedang hingga golok diacungkan geng motor kewarga serta pengguna jalan, warga sekitar lokasi merasa resah serta takut hendak melakukan aktivitas di luar rumah saat melihat video tersebut.

Menanggapi viralnya geng motor tersebut, Kompol Resky Maulana Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung mengatakan, hingga saat ini pihak masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah akun media sosial yang telah menggunggah video tersebut.

Masyarakat diseputaran lokasi viralnya geng motor menggunakan senjata tajam merasakankan resah serta takut saat melakukan aktivitas di luar rumah, seperti disampaikan Sofian warga, yang menurturkan aksi kawanan itu sangat meresahkan mas, melihat hal tersebut sekelompok pemuda menggunakan senjata tajam berbagai jenis hingga mengacungkan kepengguna jalan lainnya. “Sebagai warga Bandar Lampung kita meminta kepada aparat kepolisian dapat segera meringksus para pelakunya,” ujarnya.

Ketakutan dan merasa resah itu juga disampaikan, Wahyu Saputra pedagang tahu, viralnya video sekelompok pemuda menggunakan senjata tajam di kawasan antasari setelah melihat di media sosial melihat hal tersebut ya pun sebagai pedang di lokasi mersakan kekawatiran dan keresahan terlebih lagi kelompok itu berani menggunggah video tersebut ke media sosial, ungkapnya. (RM/RD)

Komentar

Realita Lampung