oleh

Lecehkan Profesi Wartawan, PWI Minta Polisi Proses Pemilik Akun Kiyai Arga Sesuai UU ITE

Realita Lampung (Kotabumi) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) minta aparat Polres Lampung Utara segera menindak oknum anggota ormas yang diduga telah melecehkan profesi wartawan sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU – ITE) tentang ujaran kebencian.

Koordinator Seksi Organisasi PWI Lampung Utara, Rozi Ardiansyah mewakili Jimi Irawan Ketua PWI setempat menyampaikan, menyikapi ujaran kebencian yang dilontarkan salah seorang oknum yang mengaku dirinya dari ormas GML dalam sebuah laman komentar di media sosial facebook itu beberapa organisasi wartawan telah melaporkan ujaran kebencian oknum tersebut ke Polres Lampung Utara.

“Terkait ujaran kebencian terhdap profesi wartawan itu sudah dilaporkan kemarin (Senin 15 Februari 2021) ke Polres Lampung Utara, dan kita berharap aparat kepolisian segera menindaklanjutinya,” kata Rozi Ardiansyah, Selasa (16/2/2021).

Laporan yang disampaikan perwakilan dari masing-masing organisasi wartawan itu sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU – ITE), tentang ujaran kebencian, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016, Jo Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008.

Di dalam Pasal itu, kata Rozi Ardiansyah dijelaskan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dan atas dasar itu akun facebook atas nama Kiyai Arga telah dilaporkan ke Polres Lampung Utara.

“Untuk proses lebih lanjutnya kita berharap aparat kepolisian bisa memproses laporan-laporan yang telah disampaikan karena kalian oknum tersebut telah merugikan dan melecehkan profesi wartawan,” ujar Rozi Ardiansyah.

Kronologis kejadian ujaran kebencian dan dianggap telah melecehkan profesi wartawan itu dituliskannya di dalam kolam komentar diunggahan pemberitaan dari akun atas nama Neodemian Rafael, yang mengunggah pemberitaan yang berjudul ‘WARGA DESA TELUK DALEM PRODUKSI GULA MERAH RACIKAN TAK HIGENIS DAN TAK BERIZIN’ di group SUARA INFORMASI LAMPUNG TIMUR, yang di Posting pada Minggu 14 Februari 2021 lalu.

Kemudian tiba-tiba pemilik akun atas nama Kiyai Arga, berkomentar dalam postingan pemberitaan tersebut, dengan perkataan atau tulisan yang dinilai tidak beretika dan menciderai perasaan seluruh insan Pers di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung dan Lampung Utara.

Dalam postingan tersebut akun facebook atas nama Kiyai Arga, menuliskan “Wartawan gak ada otak wartawan klas tai anjing klu gk seneng sama ucapan saya dtengin saya ke kantor sya ormas gml” tulisnya, jelas Rozy Ardiansyah.

Menanggapi kabar adanya kesepakatan damai antara pemilik dua akun facebook tersebut di atas, Rozi Ardiansyah secara tegas menuturkan, itu boleh-boleh saja dilakukan oleh keduanya. Namun mengenai tulisannya yang membawa nama wartawan itu yang belum tentu bisa diterima oleh wartawan. Karena di dalam tulisnyanya jelas membawa nama wartawan dan tidak ditujukan ke oknum yang bersangkutan.

Untuk itu dia meminta aparat kepolisian segera menindak oknum tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku karena oknum itu sudah dilaporkan oleeh organisais profesi (wartawan) ke Polres Lampung Utara. (RD)

Komentar

Realita Lampung