oleh

Polres Way Kanan Amankan Lima Pelaku Penambang Emas Ilegal

Realita Lampung (Way Kanan) – Aparat Kepolisian Resor Way Kanan telah mengamankan lima orang pelaku penambang emas ilegal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di wilayah Kabupaten Way Kanan.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres Way Kanan, AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim, AKP Herison pada saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, menurutnya, berkaitan dengan keresahan masyarakat di Kabupaten Way Kanan terkait tambang emas ilegal, pihaknya telah melakukan tindakan razia terhadap tambang emas ilegal yang ada di Way Kanan tersebut.

Dari hasil razia itu, lanjut Kasat Reskrim personel Polres Way Kanan yang dilakukan pekan lalu berhasil menangkap lima orang yang sedang melakukan aktivitas di lokasi tambang emas ilegal kawasan di Daerah Aliran Sungai (DAS). Diantaranya dua di aliran sungai Binjai, aliran sungai Neki atau Bukit Jambai, dan di aliran Sungai Mas Gunung Sangkaran.

“Untuk di Bukit Jambai dan Gunung Sangkaran masih dalam proses penyelidikan karena pas kita melakukan razia pelaku berhasil melarikan diri. Sedangkan untuk yang hari ini akan kita limpahkan ke JPU ada dua pekara yang TKP-nya di aliran Sungai Binjai semua,” ungkap Kasat Reskirm.

Dari TKP tersebut, lanjutnya, pihak Polres Way Kanan berhasil mengamankan lima orang penambang emas ilegal, empat orang di satu lokasi yang sama dan satu orang di lokasi yang berbeda tetapi di TKP yang sama.

Kelima pelaku penambang emas ilegal yang berhasil diamakan itu empat diantaranya merupakan warga Kampung Sidoarjo, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan mereka berinisial IR (29), YM (23), AS (21), T (46), dan S (33) diketahui warga Bumi Ratu, Kecamatan Umpu Semenguk.

“Sedangkan untuk barang bukti yang berhasil kita sita dari dua pekara yang telah P 21 yang saat ini akan dilakukan tahap dua ke Kejasaan. Yaitu satu unit mesin GT Star kapasitas 27 PK, satu buah selang monitor dengan panjang 30 meter, satu buah selang gaban dengan panjang 10 meter, 3 kilo gram pasir hitam yang diduga mengandug meneral emas, dan satu buah alat pendulang emas,” ujarnya.

AKP Herison menambahakan, untuk Undang-undang yang akan diterapkan terhadap kelima tersangka tersebut adalah Undang-undang minerba yaitu Nomor 4 Tahun 2009, dan pasal yang kita kenakan Pasal 35 junto Pasal 158 Undang-undang RI Nomor 3 tahun 2020 dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 miliar rupiah.

“Kami dari Polres Way Kanan berkomitmen untuk menindak tambang emas ilegal yang ada di wilayah hukum Polres Way Kanan, dan saya selaku Kasat Reskerim menghimbau kepada masyarakat agar menghentikan kegiatan tambang emas ilegal yang saat ini masih beraktivitas,” pungkasnya. (RD/*)
• Penulis : Sandi
• Editor : Sarnubi

Komentar

Realita Lampung