oleh

Pembangunan Polindes Gedung Jambu Terkesan Terbengkalai

Kotaagung Barat Tanggamus – Pencairan Dana Desa tahap III Kabupaten Tanggamus telah realisasi di bulan Desember 2020 .hampir seluruh Pekon di Kabupaten Tanggamus telah merealisasikan penggunaan Anggaran Dana Desa tersebut untuk pembangunan dan pos–pos lainnya sesuai dengan peruntukan Dana Desa tersebut yang tertuang dalam APBDes masing-masing Pekon.

Lain halnya dengan Pekon Gedung Jambu, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus dimana salah satu alokasi Dana Desa tersebut adalah untuk pembangunan Polindes (Pondok Bersalin Desa) yang tertuang dalam APBDes Pekon Gedung Jambu Tahun 2020, namun sampai sekarang pembangunan Polindes tersebut belum juga selesai dilaksanakan.

Untuk diketahui, bulan Maret 2021 ini Kepala Pekon terpilih hasil Pemilihan Kepala Pekon Serentak 16 Desember 2020 di Kabupaten Tanggamus akan segera dilantik, demi untuk tidak timbulnya suatu permasalahan dikemudian hari dan demi kenyamanan Kepala Pekon yang terpilih, beberapa masyarakat Pekon Gedung Jambu yang telah ditemui awak media mengatakan, bahwa mereka tidak tahu dengan permasalahan tertundanya pembangunan Polindes tersebut karena memang dalam pelaksanaannya masyarakat Pekon Gedung Jambu kurang dilibatkan dalam pelaksaan pembangunannya.

“Kita enggak tahu permasalahan dan apa penyebab tertundanya pembangunan itu karena kami tidak dilibatkan dalam pembangunan Polindes itu, itu tukang juga dari luar pekon, padahal di masa pandemi ini kami sangat butuh kerjaan, dan disekitar sini juga ada tukang,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Saat Realitalampung.com mendatangi Balai Pelatihan Rakyat Pekon Gedung Jambu (Kantor Balai Rakyat) dan menemui Juru Tulis Pekon Gedung Jambu, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Robaiti mengatakan, bahwa pembangunan Polindes tersebut akan segera dimulai kembali.

“Pembangunan Polindes tersebut akan kita mulai kembali dan Pj Kepala Pekon kami telah berjanji untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunannya sampai selesai dan sudah ada surat perjanjian tentang kesanggupannya menyelesaikan Polindes,” kata Robaiti Juru Tulis Pekon Gedung Jambu.

Sementara terkait kendala apa bisa tertundanya pelaksanaan pembangunan tersebut dan tidak melibatkan warga Pekon Gedung Jambu, dia enggan menjawab dan hanya mengatakan, “Sebentar lagi Pj akan datang, silahkan tanyakan dengan Pj,” ujarnya.

Tidak lama kemudian setelah dipertanyakan dengan Pj Kepala Pekon Gedung Jambu dia mengatakan kesiapannya untuk melaksanakan pembangunan Polindes dan mengatakan tertundanya pembangunan Polindes itu karena tukangnya sakit dan alergi semen.

“Pembayaran tukang sudah full, tapi tukangnya sakit dan alergi semen dan besok lusa akan kita mulai pemasangan atapnya,” ungkap Afrizonsyah.

Terkait kurangnya pelibatan warga desa setempat dalam pembangunan tersebut, Pj Kepala Pekon Gedung Jambu itu menurturkan, “Kita memakai yang betul-betul ahli,” jawabnya.

Menurut data Kemendesa pada Sistem Informasi Desa, Pembangunan Polindes Pekon Gedung Jambu menelan anggaran sebesar Rp 414,041,600, meliputi pembelian tanah, Pembangunan Gedung Polindes, pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT), termasuk didalamnya pembuatan Banner Kegiatan dan Prasasti.

Disayangkan, pelaksanaan Pembangunan Gedung Polindes tersebut kalau sampai mangkrak, dimana ratusan juta ADD telah dikucurkan untuk pembangunan gedung tersebut dan untuk sosial kontrol masyarakat seharusnya papan kegiatan harus dipasang oleh Aparat Pekon Gedung Jambu sesuai dengan Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Selain itu juga tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (Permen PU 12/2014). (AS/RD)

Komentar

Realita Lampung