oleh

Deretan Prestasi Masalah di DPRD Tubaba Awal Tahun 2021

Realita Lampung – Sekretariat Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan, mulai dari masyarakat, kelembagaan, wartawan, hingga pejabat publik.

Bagaimana tidak, Meski tahun 2021 belum genap berjalan tiga bulan, namun sejumlah gejolak telah terjadi dalam gedung wakil rakyat itu.

Bahkan terdapat dua permasalahan yang dilakukan oleh oknum anggota dewan hingga harus diamankan aparat kepolisian.

Untuk mengetahui kebenarannya, Wartawan Realita Lampung mencoba mengkonfirmasi sejumlah pejabat terkait Rabu, 24 Maret, 2021.

Seperti yang kita ketahui, problem pertama kali dialami oleh Sadimin, seorang anggota Legislatif Komisi II yang berparas lugu itu terjerat kasus laporan palsu kepada Kepolisian Resort Tubaba.
Dia membuat laporan palsu demi menutupi rasa malu dan mempertahankan jabatannya karena telah diberitakan berkencan dengan wanita muda yang bukan istrinya. Akibat perbuatannya, akhirnya Sadimin ditahan kepolisian pada Jum’at, 19 February lalu.

“Berkas sudah diserahkan ke Kejaksaan, saat ini masih proses penelitian oleh mereka,” Ujar Iptu Andre Try Putera, Kasat Reskrim Polres Tubaba.

Belum selesai masalah Sadimin legislator fraksi Nasdem itu, Pada Kamis, 18 maret Lalu kembali terjadi peristiwa luar biasa, dimana Sidang Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Lampung hanya dihadiri 7 dari 30 Anggota Legislatif.
Mengapa hanya 7 orang saja yang hadir?, Usut punya usut ternyata 23 orang lainnya tidak datang beralasan belum menerima pembagian seragam adat dari sekretariat DPRD itu sendiri.

Namun pengakuan mereka dibantah oleh Warsid selaku mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum DPRD yang mengakomodir pengadaan pakayan tersebut ketika dia masih menjabat.

“Baju seragam itu sudah dibagikan semua kok. Ada yang ngambil ke Bandar Lampung di penjahitnya, tapi banyak yang ngambil dikantor,” Kata Warsid.

Rupanya cobaan para penghuni gedung wakil rakyat ini tak cukup sampai itu, hanya berselang beberapa hari pada Senin, 22 Maret kemarin, lagi-lagi seorang oknum anggota legislatif DPRD Tubaba itu harus berurusan dengan pihak berwajib saat melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

Kali ini urusannya iyalah narkoba, karena diduga mengkonsumsi barang terlarang Ridwan seorang anggota dewan Komisi I dari fraksi Perindo itu sempat diamankan oleh personil Polsek Tamansari, Jakarta barat. Namun karena tidak ditemukan barang bukti akhirnya Ridwan di bebaskan.

Yantoni Ketua Komisi I yang juga melakukan perjalanan dinas itu mengaku permasalahan tersebut telah terselesaikan.

” Tidak ada apa-apa, Alhamdulillah sudah selesai,” Akunya pada wartawan.

Tidak sebatas itu, saat ini Inspektorat pemerintah setempat juga telah mendalami permasalahan anggaran media di Sekretariat DPRD pada tahun 2020 lalu yang hingga kini belum tersalurkan.

Perana Putera, Inspektur Inspektorat mengatakan sudah memeriksa para pejabat terkait, namun sayangnya hasil pemeriksaan tidak bisa diungkapkan kepada publik.

“Pemeriksaan Sudah final tinggal Penyampaian LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) saja. Sesuai PP nomor 12 tahun 2017 tentang binwas penyelengggaraan pemerintahan daerah, hasil pemeriksaan tidak boleh disampaikan kepada publik atau bersifat rahasia,” tandas Inspektur. (JL/RD)

Komentar

Realita Lampung