oleh

Dies Natalis GMNI Ke-67, Generasi Muda Kembali Perkenalkan Seni Budaya

Realita Lampung – Di momen Hari Ulang Tahun ke 67 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bandar Lampung mengajak generasi muda untuk pertahankan dan perkenalkan seni budaya.

Menurut Agung Prakoso selaku ketua pelaksana perayaan Dies Natalis GMNI ke-67 yang diadakan oleh GMNI Bandar Lampung kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Perayaan kali ini mengambil konsep kerakyatan,” ujarnya.

Hal itu terlihat dalam rangkaian acara tersebut kader-kader GMNI Bandar Lampung menampilkan tarian khas Lampung diantaranya tari ‘Sigeh Pengunten’ dan seni bela diri khas Indonesia Pencak Silat.

Dikatakan, Ichwan Aulia Ketua DPC GMNI Bandar Lampung, perayaan dies natalis kali ini kami GMNI Bandar Lampung ingin mengenalkan budaya asli Indonesia di tengah masyarakat dan seluruh kader GMNI.

“Banyak sekali anak muda yang senang mengikuti budaya asing. Dalam kegiatan ini kami mencoba untuk mengajak anak-anak muda terutama mahasiswa dan pemuda desa untuk melestarikan budaya lokal di Indonesia,” ujar dia.

Ichwan Aulia juga menjelaskan, bahwa proses lahirnya tari sigeh pengunten tak lepas dari realitas budaya Lampung yang terdikotomi menjadi Pepadun dan Peminggir. Kedua adat yang memiliki kekhasan tersendiri sama-sama merasa paling layak merepresentasikan Lampung. Tari sigeh pengunten merupakan sintesis dari dua indentitas kebudayaan yang ada di Lampung. Tari ini menyerap gerak tarian baik dari adat Pepadun maupun adat Peminggir menjadi satu kesatuan yang harmonis dan dapat diterima masyarakat luas.

Begitu juga dengan pencak silat dapat diartikan sebagai hasil budaya manusia Indonesia untuk membela, mempertahankan eksistensi dan integritas terhadap lingkungan hidup, alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna peningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di akhir kalimatnya, Ichwan Aulia mengungkapkan, bahwa berkepribadian dalam kebudayaan juga menjadi salah satu point penting dalam Trisakti Bung Karno Kalau diamati dengan teliti dan mendalam tentang Trisakti yang dimaksud Soekarno, pemikiran itu akan dapat menyusun kekuatan dan pembangunan bangsa sekaligus character bulding, pungkasnya.

Acara itu dihadiri oleh Bupati Pesawaran yang diwakili Kesbangpol Zainal Arifin SH, MH dan Camat Padang Cermin yang diwakili Nazarudin berlangsung di Lapangan Kubang Badak, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, dengan tema “Trisakti Bung Karno Sebagai Jalan mewujudkan Cita-cita Proklamasi 1945” pada Selasa (23/3/2021) lalu.

Dalam sambutannya Camat Padang Cermin yang di wakili oleh Bidang Pemberdayaan Masyarakat, sangat mengapresiasi kegiatan GMNI Bandar Lampung yang di selenggarakan di kecamatan setempat terlebih lagi bisa menghadiri Pemerintah di tingkat Kabupaten Pesawaran, semoga di HUT GMNI yang ke-67 tahun ini dapat lebih membangun SDM yang unggul.

Di acara itu juga Kepala Kesbangpol Kabupaten Pesawaran, Zainal Arifin SH, MH, menyampaikan permohonan maaf Bupati tidak dapat hadir di tengah-tengah kita di karena kan ada rapat yang tidak bisa ditinggalkan tanpa mengurangi rasa hormat sambutan dari Bupati akan saya samapaikan.

Bupati Pesawaran sangat mengapresiasi GMNI Bandar Lampung yang sudah mau turun ke desa di lingkup pesawaran sehingga dapat membatu pemerintah menyerap apa ke inginan masyarakat Pesawaran dan bupati juga mengajak GMNI untuk Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam pembangunan Sumber Daya Manusia dan acara itu sangat bagus, tutupnya. (Budi Irawan)

Komentar

Realita Lampung