oleh

Kasat Lantas; Benar Oknum ASN Tugas di Samsat Kotabumi

Realita Lampung – Oknum aparatur sipil negara (ASN) yang diamankan Satreskrim Polresta Bandar Lampung benar bertugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dispenda Lampung Utara dan bertugas di Samsat Kotabumi.

Ketika dikonfirmasi Kasat Lantas Polres Lampung Utara, AKP Akhmad Wiratama membenarkan bahwa oknum ASN berinisial NL seperti diberitakan sebelumnya telah diamankan pihak kepolisian unit Satreskrim Polresta Bandar Lampung yang bersangkutan bertugas di Lampung Utara itu benar adanya. Namun karena terduga pelaku tindak pidana penipuan tersebut bukan lah anggota Polri melainkan ASN.

“Baru saya cek bahwa benar yang bersangkutan bertugas di Samsat Kotabumi, namun karena yang bersangkutan bukan anggota Polri (ASN), mungkin bisa lebih lengkap infonya kalau bertanya langsung ke Kepala UPT Samsat Kotabumi,” ujar AKP Akhmad Wiratama, melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/42021).

Sebelumnya juga telah dijelaskan, Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Utara, Drs. H. Lekok, MM, yang menyatakan, bahwa oknum ASN yang disebutkan pegawai di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) setempat oleh pihak kepolisian dinyatakannya tidak lah benar. Karena oknum ASN tersebut merupakan ASN Pemerintah Provinsi Lampung di Dinas Pedapatan daerah (Dispenda) Lampung yang ditugaskan di UPTD Dispenda yang ada di Lampung Utara, tepatnya di Samsat Kotabumi.

 “Sudah kita lakukan tracing bahwa ASN atas nama NL bukan ASN Lampung Utara tapi ASN Provinsi Lampung yang bertugas di Samsat Kotabumi atau UPTD Dispenda Provinsi,” tulis Sekda Lekok dalam laman komentar group WhatsApp Kotabumi Bettah.

Senada juga dikatakan, Sekretaris BPPRD Lampung Utara, Herwan yang menyatakan, bahwa oknum ASN tersebut bukanlah ASN di BPPRD setempat. “Bukan dia bukan pegawai BPPRD Lampung Utara,” ujarnya. Sampai berita ini ditayangkan tim Realita Lampung sedang berupaya mencari sumber-sumber terkait oknum ASN yang diamankan aparat kepolisian atas dugaan kasus penipuan terhadap 24 orang korbannya tersebut. (RM/RD)

Komentar

Realita Lampung