oleh

Peringkat Pertama Ungkap Kasus Ops Antik Krakatau 2021, Pesan Kapolres!

Realita Lampung – Pelaksanaan Operasi Antik Krakatau tahun 2021 Polres Lampung Tengah menempati peringkat pertama dalam keberhasilan ungkap kasus di jajaran Polda Lampung.

Keberhasil dalam pengungkapan kasus ini diharapkan Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, SIK, SH, menjadi tolak ukur agar jajarannya bersama instansi dan masyarakat bisa bersama-sama meningkatkan komunikasi dalam upaya menekan segala bentuk tindakan melanggar hukum di wilayah polres setempat.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, SIK, SH, pada saat merilis hasil Ops Antik Krakatau 2021 di Mapolres setempat, Selasa (13/4/2021).

Dijelaskannya, dari hasil ungkap kasus selama Ops Antik Krakatau 2021 yang dilaksanakan jajaran Polres Lampung Tengah sejak 22 Maret – 4 April 2021, telah diungkap 56 kasus dan pihaknya mengamankan 76 orang terduga pelaku pelanggar hukum di wilayah hukum Polres Lampung Tengah.

Dari jumlah 56 kasus tersebut, lanjutnya, 4 kasus yang merupakan target operasi (TO) dan 52 kasus lainnya non TO jajaran Polres Lampung Tengah. “Untuk jumlah tersangkanya sebanyak 76 orang,” kata Kapolres.

Masih menurut AKBP Popon Ardianto Sunggoro, selain para tersangka pihaknya juga mengamankan barang bukti (BB) berupa tembakau sintetis atau Gorila dengan BB sebanyak 93 gram, selain itu ada juga BB sabu sebanyak 81,03 gram dan uang tunai sebanyak Rp750 ribu rupiah, jelasnya.

Karena jumlah hasil ungkap jajaran Polres Lampung Tengah dalam Pelaksanaan Ops Antik Krakatau 2021 itu, sambung Kapolres, Polres Lampung Tengah menempati peringkat pertama dalam keberhasilan ungkap kasus di jajaran Polda Lampung.

Untuk itu Kapolres Lampung Tengah menambahkan bahwa keberhasilan tersebut bukan merupakan prestasi, namun justru menjadi tolak ukur bagi jajarannya bersama instansi pemerintajmh dan masyarakat Kabupaten Lampung Tengah bahwa sampai dengan saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan pengedaran gelap narkotika dan menggunakan narkotika yang sudah sangat jelas merugikan diri sendiri dan orang disekitarnya.

Ini menjadi PR kita bersama untuk menekan angka peredaran gelap narkotika dan meminimalisir dengan bersama-sama mengingatkan kepada rekan atau kerabat kita bersama yang masih bermain-main dengan narkotika agar bisa segera berhenti, pungkasnya. (M9G/RD)

Komentar

Realita Lampung