oleh

Bersindikat Penyalur TKI Ilegal, Pelaku Praktek Human Trafficking Harus Dihukum Berat

Realita, Purwakarta (JABAR) – Perdagangan manusia atau orang (trafficking) terutama terhadap perempuan dan anak merupakan kejahatan yang pelakunya harus di hukum berat.

Kebanyakan korban trafficking adalah perempuan dan anak yang tingkat pendidikannya rendah dan keadaan ekonominya lemah, oleh karena itu korban perlu mendapatkan perlindungan hukum.

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridissosiologis atau socio legal research, yaitu cara atau prosedur yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder yang berupa, bahan-bahan hukum atau peraturan-peraturan hukum yang berlaku.

Hasil penelitian menunjukan, pertama; Pengaturan Tindak Pidana Trafficking di Indonesia, kedua; faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya korban human trafficking di Indonesia, meskipun pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang, Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Anwar, salah satu Penyalur Tenaga Kerja Indonesia yang bersindikat perdagangan manusia ilegal. Dari hasil komfirmasi media ini, menemukan kejanggalan. Menurut pengakuan Mayang salah seorang sponsor dari perusahaan yang berkedudukan dibilangan Tebet Jakarta. “Bahwa menurut Mayang, almarhum Titin awalnya dibawa ke Jakarta untuk diperiksa secara kesehatannya medical, lalu menunggu keberangkatan ke tujuan Abu Dhabi,” ujarnya.

Mayang selaku sponsor dari perusahaan Anwar, ketika dimintai komfirmasi melalui via selulernya mengenai perusahaan apa yang bertanggung jawab dalam pemberangkatan Almarhum Titin, Mayang pun terbungkam selalu mengatakan tanyakan langsung ke pak Anwar selaku penanggung jawab. dan menurut Mayang, menambahkan mengenai pemberangkatan memang memakai visa turis, bukan visa pekerja. Kalau mau lebih jelasnya silahkan tanya ke pak Anwar, atau temuin pak Anwar di kantor Tebet atau dicondet, ucap Mayang.

Mayang selaku sponsor dari perusahaan yang dipimpin Anwar, sampai saat ini masih bebas berkeliaran mencari mangsa alias belum diproses secara hukum. Menurut Mayang yang bertempat tinggal di daerah Tanjung Garut, Desa Cijunti, Kabupaten Purwakarta sudah tidak aneh lagi saat ini pemberangkatan TKW ilegal, karena perusahan tidak ada yang diperbolehkan memberangkatkan ke Abu Dhabi saat ini, pungkas Mayang.

Dedi Pranata Hutagalung Ketua DPC IPJI Kabupaten Purwakarta (Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia), ketika dimintai kompirmasi perihal Penyaluran TKI Ilegal, mengatakan. “Kita akan mengusut tuntas nanti para pelaku perdagangan manusia atau orang, apa lagi ini sampai kematian, harus di hukum seberat-beratnya. Nanti kita akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian Polres Purwakarta, Polda Jabar maupun Mabes Polri, dan nanti kita tindak lanjuti ke BNP2TKI Jakarta, agar masalah seperti ini tidak terulang kembali terhadap masyarakat Purwakarta maupun di masyarakat seluruh Indonesia, tegas Dedi. (Rangga/DP-Red)

Komentar

Realita Lampung