oleh

Lebaran Era Covid-19 Jilid II, Pariwisata di Tubaba Ditutup atau Justru Dibuka?

Realita Lampung — Menjelang hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah Tahun 2021 yang sesaat lagi akan kita jalani ditengah pantemi Covid-19, pemerintah mulai mengambil kebijakan – kebijakan kongkrit agar lonjakan kasus Covid-19 tidak kembali terjadi.

Seperti kebijakan yang diambil oleh Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia melarang masyarakatnya untuk melakukan mudik pulang kampung.

Sedangkan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) sendiri, pemerintah melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapart) bersama Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 setempat sedang menggodok kebijakan apakah wisata akan ditutup atau justru dibuka.

“Masih mau koordinasi dulu dengan Satgas Covid-19,” ujar Mansyur, Kepala Disporapart saat dikonfirmasi Wartawan melalui pesan singkat WhatApps Senin, 26 April, 2020.

Selain melakukan koordinasi antara Dispora dengan Satgas Covid-19 setempat, mansyur juga mengatakan tengah menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Lampung.

“Sambil menunggu petunjuk atau surat edaran dari Pemerintah Propinsi,” tambahnya singkat.

Meskipun kebijakan pariwisata sedang dilakukan pertimbangan, namun hingga saat ini pariwisata di Kabupaten Berjuluk Ragem Sai Mangi Waway itu masih dibuka. Akan tetapi pengunjung tetap wajib menetapkan protokol kesehatan ketat, demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 cluster wisata Tubaba.

“Ya,kalo sampai saat ini masih dibuka,” tukasnya.

Namun walaupun Pemerintah Daerah sedang menggodok kebijakan berpariwisata, akan tetapi Sandiaga Uno Mentri Pariwisata telah memberikan stetmen bahwasanya Pariwisata di Indonesia tetap di perbolehkan untuk dibuka, dengan catatan wajib protokol kesehatan Covid-19.

Akan tetapi apakah stetmen Sandiaga Uno akan diterapkan di Kabupaten Tulang Bawang Barat?, apalagi mengingat saat ini daerah itu berstatus zona kuning Covid-19, dari data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 setempat, jumlah hingga hari ini terkonfirmasi Positif mencapai 225 orang, apalagi dari ratusan orang tersebut, 20 orang telah meninggal dunia. (JL/RD)

Komentar

Realita Lampung