oleh

Perubahan Nomenklatur, 348 Kepsek 8 Pengawas Dikukuhkan

Realita Lampung – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara hari ini melanjukan agenda kegiatannya mengukuhkan 348 pimpinan pada satuan pendidikan (Kepala Sekolah) dan 8 orang pengawas.

Pengukuhan itu dilakukan karena adanya perubahan nomenklatur dan kegiatan pengukuhan terhadap ratusan kepala sekolah itu juga dilaksanakan dibeberapa lokasi karena kondisi saat ini masih ditengah pandemi. Pelantikan atau pengukah kepala sekolah itu hari ini berlangsung di SMA Hangtuah Prokimal yang dilaksanakan dalam dua sesi di hari, Kamis 29 April 2021.

Pada sesi pertama kegiatan pengukuhan itu diikuti oleh 83 peserta dengan rincian 67 peserta Kepala SD dan 16 peserta SMP. Di sesi kedua diikuti 103 peserta, 1 peserta kepala TK, 75 peserta SD, 19 orang peserta SMP, dan 8 orang pengawas.

Sebelumnya kegiatan pengukuhan kepala sekolah itu telah dilangsungkan di dua lokasi ya itu di Aula GSG Tanjung Baru yang diikuti oleh 94 peserta dengan rincian 3 orang peserta TK, 73 orang SD dan 18 orang peserta SMP. Kemudian dilaksanakan diharian yang sama (Rabu 28 April 2021) di Gedung Universitas Muhammadiyah Kotabumi yang diikuti oleh 76 peserta, rincian 1 orang peserta TK, 64 peserta SD dan 11 orang peserta SMP.

 Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten LampungUtara, Mat Soleh kegiatan pengukuhan itu dilaksanakan didasarkan atas kepala sekolah yang masih bertugas di sekolah yang lama karena adanya perubahan nomenklatur. Rotasi dilaksanakan atas dasar masa kerja yang sudah melebih periodisasi. Promosi dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan dan kinerja dan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Sementara Plt, merupakan pelaksana tugas sementara karena belum memenuhi persyaratan tetap wajib ada disatuan pendidikan atau mengisi kekosongan,” jelasnya.

Untuk total jumlahnya, lanjut dia, ada 356 orang yang dilakukan pengukuhan 8 diantaranya adalah pengawas sekolah. Sedangan untuk kepala sekolah berjumlah 348 orang. (RD/*)

Komentar

Realita Lampung