oleh

Kinerja Dinas Bina Marga Dinilai Bobrok, Warga Inisiatif Gotong Royong

Realita Lampung – Lelah menunggu respon perbaikan dari jajaran Pemkab Lampung Tengah (Dinas Bina Marga) yang kurang tanggap dengan kondisi jalan dan drainase yang buruk, warga Lingkungan III, Kelurahan Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar berinisiatif gotong royong membersihkan saluran drainase.

Kegiatan gotong royong warga Lingkungan III, Kelurahan Bandar Jaya Timur, dilaksanakan di Jalan Bangau itu dimotori oleh Ketua Lingkungan (Kaling) III, Junidan dan diikuti oleh puluhan warga setempat, Selasa (01/06/2021).

Kepada awak media Junidan mengungkapkan keluhannya tentang saluran drainase di jalan Bangau yang buruk tersebut. Dikatakan Junidan, saluran drainase di jalan Bangau sudah 10 tahun ini tidak ada perawatan. Bahkan ada yang ambrol sepanjang 20 meter lebih.

Buruknya saluran drainase menyebabkan aliran air di menjadi tersumbat. Akibatnya jika terjadi hujan lebat air tidak mengalir dan menggenangi jalan. Dampak lainnya air yang menggenangi jalan menyebabkan jalan tersebut menjadi rusak karena aspalnya terkelupas.

“Saya mohon kepada pihak Pemerintah Daerah melalui instansi Dinas Bina Marga dan Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman segera mengambil tindakan pemeliharaan,” ujar Junidan, saat ditemui wartawan ketika memimpin kegiatan gotong royong.

Junidan menambahkan, buruknya saluran drainase berimbas kepada kerusakan jalan yang cukup parah. Banyak terdapat lubang yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Ketika hujan lebat, genangan air menutup lubang hingga bisa menjebak pengendara yang lewat.

Keluhan senada diungkapkan Fikri (40), warga setempat yang turut dalam kegiatan gotong royong tersebut. Menurut Fikri, selama kurun waktu 10 tahun jalan Bangau tidak pernah ada pemeliharaan jalan dan drainase. Padahal warga sangat berharap jalan Bangau bisa diperbaiki, termasuk memperbaiki saluran drainase.

“Apa kerjanya ada Dinas Bina Marga dan Dinas Perumahan dan Pemukiman Pemkab Lamteng, kalau ada jalan sampai 10 tahun rusak dan saluran drainse parah seperti ini. Sedangkan anggaran pemeliharaan jalan kan pasti ada,” ujarnya, setengah bertanya.

Penggiat masalah sosial kemasyarakatan, Ahmat Basuri, mengatakan merasa sangat miris dengan kondisi jalan Bangau yang rusak tersebut. Sedangkan jalan itu berada ditengah perkotaan yang ramai dilalui kendaraan.

Basuri mengakui, inisiatif warga untuk bergotong royong disatu sisi patut diacungi jempol. Tapi disisi lain hal membuktikan dinas terkait kinerjanya bobrok.

“Saya berharap dinas terkait turun kelapangan untuk menindaklanjuti keluhan warga setempat,” ujar Basuri, yang juga ketua LSM Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GMCTA) Lampung Tengah. (Willy Dirgantara)

Komentar

Realita Lampung