oleh

Polisi Dalami Laporan Kasus Penganiayaan Aparatur Desa Sri Menanti

Realita Lampung – Bermula dari masalah saldo bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sri Menanti, Kecamatan Tanjung Raja berakhir saling lapor ke polisi, dan saat ini tengah dalam proses penyelidikan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Raja Polres Lampung Utara.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Raja, Aiptu Supriyanto mewakili Kapolsek Iptu Mardianto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan yang dilakukan Jamhuri selaku aparatur Desa Sri Menanti dengan dugaan permasalahan pemukulan terhadap dirinya, oleh seseorang pada 1 Juni 2021 lalu.

Atas peristiwa itu korban yang merupakan aparatur Desa Sri Menanti dengan mengalami luka lebam di bagian mata dan harus dirawat di RS Handayani Kotabumi dan telah melapor ke Polsek Tanjung Raja. Permasalahan dugaan pemukulan itu bermula dari saldo bantuan sosial PKH dan BPNT, saat ini menurut Aiptu Supriyanto sedang ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami pihak Polsek sedang melakukan penyelidikan masalah tersebut, mengumpulkan saksi-saksi serta bukti-bukti, jika nantinya memang ada yang terbukti bersalah pasti masalah ini kita akan lakukan sesuai prosedur, penahanan tersangka, terlapor jika sudah mencukupi bukti-buktinya,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Raja melalui sambungan telpon.

Aiptu Supriyanto juga berharap kepada seluruh masyarakat Kecamatan Tanjung Raja untuk tetap menjaga kondusifitas, jika terjadi permasalahan bisa dimusyawarahkan dengan cara kekeluargaan.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat Kecamatan Tanjung Raja khususnya, untuk selalu mematuhi aturan hukum yang berlaku dan tetap menjaga kondusifitas ditengah-tengah masyarakat apalagi ini masih masa pandemi Covid-19, jika masalah bisa selesai dengan kekeluargaan tidak perlu dibawa keranah hukum, yakinlah tidak enak rasanya jika bermasalah dengan hukum,” ujarnya.

Disisi lain, Jamhuri aparatur Desa Sri Menanti menuturkan, kronologis bisa terjadinya pemukulan terhada dirinya tersebut, gara-gara saldo PKH dan BPNT.

“Sudah saya jelaskan baik-baik, tapi apa yang saya dapatkan. Saya dianiaya, ditonjok dikiri mata saya oleh oknum wartawan itu, dan sayapun, langsung melaporkan ke Polsek Tanjung Raja.” Ungkap Kamhuri selaku Kasi Pemdes di Desa Sri Menanti.

Kejadin itu dibenarkan Kepala Desa Sri Menanti, Makmun yang menyatakan kebenaran atas peristiwa yang dialami perangkat desanya tersebut.

“Masalah itu sedang ditangani pihak Polsek Tanjung Raja, karena Jamhuri telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, biarkan polisi bekerja melakukan penyelidikan masalah tersebut, saya berharap masyarakat Desa Sri Menanti bisa menjaga kondusifitas ditengah-tengah masa pandemi ini, karena kita semua disini bersaudara,” kata Makmun.

Sekali lagi, sambungnya, kami meminta kepada seluruh masyarakat Desa Sri Menanti untuk mematuhi aturan hukum yang berlaku dan bersama menjaga kondusifitas ditengah-tengah masyarakat. Karena dimata hukum kita sama, kalau ada masalah marilah kita rembukan secara kekeluargaan, dan jangan mudah terprovokasi karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, ucap Makmun. (IN/RD)

Komentar

Realita Lampung