oleh

TP PKK Lampung Utara; Bersama Kita Mencintai Batik Tulis Lampung

Realita Lampung – Kunjungi tempat kerajinan batik tulis Ketua TP – PKK Lampung Utara mengajak masyarakat bersama menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun menurun dan kembali mendorong kembali pengiat UMKM batik bisa terus berkiprah memacu anak bangsa meregenerasikan seni batik tulis di Lampung.

Motivasi untuk terus mengeliatkan seni batik tulis itu diperlihatkan Ketua TP – PKK Lampung Utara bersama jajarannya dengan langsung melakukan peninjauan erhadaap pelaku UMKM batik tulis di Semuli Raya pada, Jum’at 4 Juni 2021. Hal ini guna mengenalkan bahwa Lampung tidak hanya terkenal dengan asli seruitan dan pindang ikan baung khas lampung khususnya di Kabupaten Lampung Utara.

Untuk itu Hj. Nur Endah Sulastri selaku Ketua TP – PKK mengajak kepada seluruh masyarakat Lampung Utara untuk bersama menjaga dan melestarikan nilai luhur budaya lampung yang telah diwariskan kepada anak-anak bangsa.

“InsyAllah kita akan mendukung UMKM batik tulis khas Lampung di Lampung Utara yang kita cintai ini, kita harus bangga kepada pak Sandi yang senantiasa menjaga seni kebudayaan khas lampung ini, kita juga wajib mencintai produk lokal guna meningkatkan ekonomi mikro ditengah-tengah masyarakat,” ujar Ketua TP PKK Lampung Utara, Nur Endah Sulastri, Senin 7 Juni 2021.

Senada juga dikatakan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Lampung Utara, Dina Prawitarini mewakili Ketua TP-PKK Hj. Nur Endah Sulastri Budi Utomo usai melihat kerajinan batik tulis milik salah satu pengrajin kain Sandi Yuda yang ada di Sanggar Batik Nirwana Desa Semuli Jaya.

“Alhamdulillah ibu Ketua TP-PKK tadi sangat merespon dengan adanya kerajinan batik tulis ini. Bahkan beliau juga memberikan semangat kepada pak Sandi dan mengajak seluruh masyarakat Lampung Utara untuk mencintai batik lokal,” kata Dina Prawitarini.

Saat ini di Provinsi Lampung sendiri sudah memiliki Lamban Batik. Namun karena Pandemi Covid-19 ini memang peminat batik jadi berkurang, bahkan ada beberapa karyawan pengrajin batik tulis yang harus dirumahkan sementara waktu.

Untuk itu Pemkab Lampung Utara kembali menggugah para pengrajin batik untuk bangkit dan memproduksi batik kembali. Bahkan Ketua TP-PKK bersama Ketua Dharmawanita Persatuan Hj. Haliana Lekok sudah menghimbau kepada seluruh dinas agar memesan batik tidak ke luar lagi, mereka bisa memesan langsung ke pengrajin batik tulis yang ada di Lampunga Utara. Para pengrajin batik tulis ini memang sudah kita latih, meski di Pandemi Covid-19 agar tetap berkembang, ujarnya.

Batik tulis yang dihasilkan Sanggar Batik Nirwana sendiri tambah Dina, tidak hanya membuat batik untuk Dinas saja.
Ada juga batik seragam keluarga yang bisa dipakai untuk acara resepsi, kemudian mereka juga bisa membuat batik untuk anak-anak sekolah yakni seragam sekolah.

Sebelumnya memang Pemkab Lampura pernah berencana akan mengadakan kerjasama dengan sanggar batik Nirwana, yakni membuat seragam untuk para siswa. Namun karena tejadi hal yang tidak diinginkan jadi harus di tunda terlebih dahulu. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Bupati Lampura H. Budi Utomo program ini bisa berjalan. Kalau untuk kualitasnya memang batik tulis kita ini sangat bagus, jauh diatas batik yang di motif menggunakan cetakan atau scan. Harganya juga memang lebih mahal dibanding batik biasanya. Tapi meski harganya lebih tinggi, namun kualitasnya tidak meragukan. Untuk itu mari kita kembangkan dan budayakan kerajinan batik lokal, paparnya. (IN/RL)

Komentar

Realita Lampung