oleh

Masyarakat Usul Lampung Utara Ada Perda dan Revitalisasi Stadion Kotabumi

Realita Lampung – Masyarakat diseputaran Kota Kotabumi mengusulkan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara bisa mengadakan Peraturan Daerah (Perda) satu hari wajib menggunakan baju koko dan pakaian agama bagi umat non muslim serta melakukan revitalisasi Stadion Kotabumi.

Usulan itu melihat perkembangan perkotaan dan minat masyarakat yang mulai ramai untuk meluangkan waktu bersama keluarganya disekitaran Stadion Sukung Kelapa Tujuh Kotabumi yang setiap sore hari mulai menjadikan lokasi itu sebagai salah satu tempat untuk melepaskan lelah.

“Sekarangkan di Stadion itu mulai ramai, coba stadion itu dilakukan revitalisasi dan diberikan tempat untuk berjalan kaki dan bersepeda disekelilingnya, pasti ini akan menjadi salah satu obyek wisata sekaligus tempat berolahraga,” kata Ali salah seorang warga Kotabumi, ketika berbincang terkait perkembangan wisata-wisata yang ada di Bumi Ragem Tunas Lampung (Lampung Utara), Selasa 8 Juni 2021.

“Kalau saja usul kita bisa menjadi masukan untuk pemerintah, ya kita usul, supaya stadon itu dilakukan revitalisasi dan pemerintah daerah bisa mengadakan peraturan daerah (Perda) untuk satu hari wajib memakai baju koko,” lanjutnya.

Alasannya, mengapa usul tentang wajib mengunakan baju keagamaan tersebut dan dilakukannya perbaikan di stadion kotabumi. Menurut Ali, sangatlah simple, karena jelas dia, bila Perda tentang wajib menggunakan baju koko bagi umat muslim dan baju keagamaan bagi umat non muslin dalam satu minggu satu kali itu diterapkan rasa malu terhadap diri sendiri dan pembentukan karakter itu akan tumbuh dari kesadaran diri sendiri. Meskipun, lanjutnya, sedikit ada penekanan karena ada aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, tapi itu pasti akan berdampak positif kedepannya.

“Contohnya, kalau saya pakai baju koko, sudah tidak mungkin saya akan bermain karambol, karena saya akan malu dengan diri saya sendiri. Karena baju yang saya pakai baju koko,” ujarnya, seraya mengatakan, disisi positif lain dari penerapan peraturan itu bila diadakan rumah-rumah ibadah pasti akan ramai. “Apa lagi kalau penetapannya pas hari Jum’at pasti Masjid akan banyak jamaahnya,” sambungnya.

Selain itu, masih menurut Ali, Pemerinrah Daerah bisa memberlakukan atau membuat program seribu kubah, “Seribu kubah itu tidak harus kita membangun seribu masjid, tapi pemerintah bisa menjalankan sholat berjamaah di Masjid-masjid dengan memberikan agenda kepada setiap pejabatnya untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah, misalkan pejabat A di Masjid An Nur dan pejabat B di Masjid Jami,” ucapnya.

Sejalan dengan itu, program kerja dinas instansi terkait juga tentunya akan semakin meningkat baik itu di Dinas PUPR, Dispora dan Kebudayaan. Karena lanjut Ali, untuk bidang olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) akan semakin bisa mengoptimalkan kinerjanya, begitu juga dengan Dinas PUPR yang sudah jelas dibidang pembangunan infrastruktur. Kemudian dibidang kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga akan mendapatkan kulikulum baru. Karena pendidikan sejak dini itu sudah wajib dan itu bisa diterapkan dengan meluangkan waktu lima menit sebelum memulai mata pelajaran para siswa bisa diberikan kewajiban untuk mengaji dan berdoa bersama, papar Ali.

Setelah karakter ini terbentuk, sambungnya, dimasa-masa mendatang maka secara otomatis sebagai putra daerah kita akan bertanya asal usul dan cikal bakal kita ada di Lampung dan di Lampung Utara ini.

“Dengan adanya Perda ini, setelah karakter diri terbentuk maka obyek wisata seperti keberadaan makam Keramat Minak Trio Diso itu akan menjadi obyek wisata yang diminati. Karena itu adalah makam leluhur masyarakat Lampung khususnya masyarakat Lampung Abung Siwo Migo,” ungkapnya.

Sedangkan terkait revitalisasi stadion, Ali menuturkan, hal itu bisa dilihat dari minat masyarakat yang saat ini bisa terbilang tinggi karena sudah menjadi salah satu tempat berolahraga, juga perlu penataan leih agar bisa menarik minat masyarakat.

Untuk stadion, kita harapkan adanya revitalisasi. Karena sekarang ini, anak saya aja kalau main skate board ngajak main di stadion. Jadi kalau disekitar stadion itu dilakukan revitalisasi itu akan membawa perubahan dan berdampak pada obyek wisata yang ada di wilayah tengah kota, ungkapnya.

Senada juga disampaikan Riyanto salah seorang warga disekitaran Stadion Kotabumi, yang sangat merespon jika masukan dari warga itu bisa dipertimbangkan dan manjadi masukan untuk kemajuan Kabupaten Lampung Utara.

Menurutnya aspirasi atau masukan dari warga itu merupakan suatu ide yang memotivasi jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk bisa memacu kinerja aparatur sipil negara (ASN) selain dari Bupati bisa menjalankan tupoksinya dimasing-masing satuan kerja bisa bersama-sama masyarakat terus menumbuhkan semangat membangun disegala bidang.

Untuk respon masyarakat atas usul diadakannya Perda tentang penetapan satu hari menggunakan pakaian agama (Baju koko) bisa dimasukan di dalam perencanaan supaya disampaikan ke DPRD Lampung Utara untuk pembangunan kedepan, jelasnya bisa dilihat dan didengarkan di video terlampir. (RD/*)

Komentar

Realita Lampung