oleh

Viral, Warga Lampung Tengah Keluhkan Jeleknya Kondisi Jalan

Realita Lampung (Seputih Mataram) – Viral postingan di media sosial group facebook masyarakat Kabupaten Lampung Tengah yang mengeluhkan tentang buruknya ruas jalan di Kecamatan Seputih Mataram. Reaksi nitizen kepada postingan itu cukup antusias.

Postingan akun Facebook atas nama Bunda Astegaf Al Fathikan yang diunggah Rabu 16 Juni 2021 itu sampai dengan hari Kamis 17 Juni 2021 pukul 15.00 WIB telah di komentari sebanyak 223 kali, dan mendapat reaksi sebanyak 339 nitizen juga telah dibagikan sebanyak 59 kali.

Akun Bunda Asyegaf Al Fathikan itu juga mengunggah 5 photo yang menggambarkan kondisi jalan dimaksud. Tampak jalan tersebut berkubang dan digenangi air. Bahkan genangan air dipenuhi lumpur. Terlihat juga ada kayu yang diletakkan secara vertikal. Kemungkinan sebagai penanda bagi para pengguna jalan agar tidak melalui kubangan karena cukup dalam.

Reaksi atas postingan tersebut beraneka ragam. Ada yang menulis komentar sinis, ada menyatakan kekecewaan dengan pemerintah daerah, tapi ada juga yang optimis pasangan Bupati Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya segera mengupayakan perbaikan jalan.

Komentar nitizen atas postingan tersebut bermacam-macam. Ada yang sinis, ada yang optimis, bahkan ada juga yg berkelakar. Misalnya akun Facebook bernama Andre Fatih menulis komentar, “Semoga Pemerintah Daerah kedepan lebih perduli dengan pembangunan khususnya insfratuktur (jalan) di Lampung Tengah”.

Akun lainnya yang bernama Obi menulis komentar dengan berkelakar, “Mengdu pada dinas perikanan agar di jadikan tambak ikan…. Lalu hasil panen nya buat perbaikan jaln…. “

Akun lainnya ada juga yang menulis komentar dengan sinis. Misalnya akun atas nama Ayahnya Avisa yang mengatakan “gak heran lampung gak ada kemajuan. karna jalan nya nya buruk dan rawan kejahatan”.

Penggiat masalah sosial kemasyarakatan Kabupaten Lampung Tengah Ahmat Basuri yang diminta pendapatnya mengatakan, pekerjaan rumah pasangan Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya adalah tentang infrastruktur jalan.

Ketua LSM Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GMCTA) Kabupaten Lampung Tengah ini menuturkan, lembaganya mengamati di media sosial setiap kali postingan tentang buruknya kondisi infrastruktur jalan di Lampung Tengah selalu mendapat reaksi spontan dari nitizen.

“Kalau ada yang posting tentang jalan jelek di Face Book, ramai-ramai nitizen komentar,” ujarnya, saat ditemui di sekretariat LSM GMCTA di Kelurahan Bandar Jaya Timur Kamis (17/06/2021).

Dilanjutkan Basuri, tidak semua masyarakat mengetahui bahwa tiap-tiap ruas jalan instansi yang berwenang atas jalan tersebut bisa berbeda. Berdasarkan pihak yang berwenang, ruas jalan dibagi menjadi 3 pemillik. Yakni pertama Pemerintah Pusat, kedua Pemerintah Provinsi dan ketiga Pemerintah Kabupaten.

Jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat adalah jalan yang menghubungkan antar provinsi. Untuk jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi adalah jalan yang menghubungkan antar kabupaten. Sedangkan jalan Pemerintah Kabupaten atau kota, adalah jalan yang menghubungkan antar kecamatan.

“Untuk ruas jalan Bandar Jaya – Mandala adalah jalan yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi,” jelas Basuri.

Pria yang concern dengan permasalah kemasyarakatan di Lampung Tengah ini mengingatkan, kendati jalan tersebut adalah kewenangan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi, dalam hal ini kegigihan Pemerintah Kabupaten atau Kota untuk memperjuangkan perbaikan jalan sangat menentukan.

“Harus kita sadari juga bahwa anggaran untuk infrastruktur tentunya terbatas. Sementara kabupaten – kota yang meminta ruas jalannya diperbaiki tidak hanya Lampung Tengah saja,” tandasnya.

Basuri menambahkan, kepiawaian lobi-lobi Bupati kepada Gubernur agar anggaran perbaikan infrastruktur jatuh kepada wilayah Kabupaten Lampung Tengah sangat menentukan.

“Kita semua tahu, Gubernur Lampung Arinal Junaidi dan pasangan Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya berangkat dari bendera partai yang sama. Keterkaitan itu merupakan modal untuk lobi,” kata Basuri.

Masih menurut Basuri, bisa dipahami jika masyarakat menagih janji Bupati Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya. Karena sempat digaungkan slogan SIJALU (Semua Infrastruktur Jalan Mulus) yang menjadi tagline kampanye ditahun lalu.

Harapan masyarakat agar infrastruktur jalan di Kabupaten Lampung Tengah segera diperbaiki menjadi barometer untuk kembali mendukung pasangan Musa Ahmad dan Ardito Wijaya di periode berikutnya.

Yang menjadi menjadi tantangan, lanjut Basuri, masa kepemimpinan Bupati Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya di periode ini hanya 3 tahun. Tahun 2024 diselenggarakan pemilihan Bupati serentak seluruh Indonesia.

“Dengan berat hati saya mengatakan, Ahi Musa dan Mas Dito berkejar waktu untuk membuktikan janji kampanyenya. Bukan tidak mungkin dilakukan, tapi harus bekerja keras lebih dari ekspektasi masa indah kampanye lalu,” tegasnya.

Basuri menambahkan, jika pekerjaan rumah infratruktur jalan tidak memuaskan masyarakat, bukan tidak mungkin di pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024 masyarakat berpaling kepada pasangan calon lainnya.

Program SIJALU ibarat 2 sisi mata pisau. Disatu sisi bisa membuat masyarakat Lampung tengah terkesan, tapi disisi lain masyarakat kecewa jika janji itu tidak terbukti.

“Saya yakin Ahy Musa dan Mas Dito mampu. Tapi tidak cukup itu saja, beliau berdua harus membuktikan kepada masyarakat. Itu yang utama,” tutupnya.

Menindaklajuti postingan yang menjadi viral tersebut, awak media mencoba mengkonfirmasi Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya via pesan Whats App ke kontak pribadinya dengan nomor 081379235xxx, Kamis (17/06/2021) pukul 12.05 wib.

Hingga berita ini dirilis, Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya tak kunjung menjawab. Pesan singkat yang dikirim menunjukkan pesan belum terbaca. (Willy Dirgantara)

Komentar

Realita Lampung