oleh

Polisi Ungkap Pelaku Curas Dobrak Rumah Tahun 2016

WAY KANAN (RL) : Aparat Kepolisian Sektor Gunung Labuhan Polres Way Kanan berhasil mengamankan DPO pelaku pencurian dengan kekerasan atau Curas dengan modus dobrak rumah di Dusun 1 Kampung Bengkulu, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Agustus 2016 silam.

DPO Curat modus dobrak rumah yang diamakan jajaran Polsek Gunung Labuhan Polres Way Kanan itu berinisial MN alias Kemis (56 tahun) Berdomisili di Kampung Bengkulu Tengah, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan, AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim, Iptu Des Herison Syafutra menerangkan, kronologis kejadian curas yang dilakukan DPO tersebut terjadi pada, Minggu 14 Agustus 2016 sekitar pukul 02.30 WIB, di TKP rumah korbannya di Dusun 1 Kampung Bengkulu, Kecamatan Gunung Labuhan.

“Saat itu korban terjaga dari tidur karena mendengar bapak kandung korban yang bernama Timan berteriak melarang orang masuk ke dalam rumah, korban langsung ditodong oleh tiga orang pelaku dan langsung mengikat tangan serta kaki korban menggunakan tali horden dan mata korban diikat dengan handuk,” kata Kasat Reskrim, Selasa (13/7/2021).

Selanjutnya pelaku menanyakan uang hasil penjualan lada. Pelaku yang lain juga melakukan penganiayaan terhadap adik korban sambil menanyakan kontak sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi BE 4894 WJ, lanjut Kasat.

Setelah berhasil membawa sepeda motor, uang tunai Rp.12 juta rupiah, satu lembar STNK kendaraan roda empat (R4) merk Suzuki Futura Carry nmor polisi BE 9468 WA dan barang-barang milik korban lalu pelaku pergi meninggalkan rumah korbannya.

Sedangkan DPO curas dapat diamankan Tim Tekab 308 Polsek Gunung Labuhan pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 sekitar pukul 00:15 WIB, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di rumahnya di Kampung  Bengkulu Tengah.

Petugas yang mendapatkan informasi tersebut, lanjutnya, lansung melakukan penyelidikan dengan menuju lokasi tersebut, dan berhasil mengamankan tersangka tanpa melakukan perlawanan. Setelah itu, pelaku di bawa ke Polsek Gunung Labuhan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya pelaku dapat diancam dengan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dan kekerasan dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim. (Sandi)

Komentar

Realita Lampung