oleh

Diduga Ilegal, Akibat Penambang Pasir Tanggul Balai Besar Mulai Longsor

Aktivitas penambang pasir di wilayah Desa Tritunggal, Wawai Karya, Lampung Timur terus bergeliar meski diduga tidak memiliki izin dan tanpa tuan.

Realita Lampung (RL) : Penambangan pasir yang diduga tidak memiliki izin kian ramai di wilayah Desa Tritunggal, Kecamatan Wawai Karya, Kabupaten Lampung Timur.

Penambangan pasir yang diduga kuat ilegal itu terjadi di kawasan tanah pemerintah (HPH) tepatnya disekitaran pinggir tanggul milik balai besar itu kondisi galian penambang sudah mulai menimbulkan dampak dengan adanya keretakan pada tanggul dan ada yang sudah mengalami longsor.

Menurut keterangan salah seorang warga yang minta namanya tidak disebutkan, pada lokasi tersebut ada tanggul milik balai besar itu sudah dibuatkan jalan oleh para penambang. Namun ironisnya, menurutnya, tidak ada yang mengakui siapa pemilik tambang pasir tersebut.

Dia juga menyatakan beberapa waktu lalu, sekitar 2 bulan yang lalu ada penambang pasir yang baru beroperasi sejitar 5 hari langsung dibawa oleh aparat kepolisian dari Polres Lampung Timur karena melakukan penambangan di lokasi tanah warga.

Dia mempertanyakan terkait dengan penambangan pasir yang berada di lokasi tanah milik pemerintah dan ada tanggul balai besar namun sampai saat ini masih bebas beroperasi.

“Sekitar dua bulan lalu ada ada penambang pasir yang baru beroperasi lima hari langsung diangkut dari polres padahal lokasi tanah warga. Kenapa yang ini kok bebas beroperasi sedangkan ini tanah pemerintah (HPH),” ujarnya.

Pantauan di lokasi terlihat pada tambang-tambang itu terus beroperasi dengan kondisi mesin penggalian yang masih menyala dan mobil pengangkut pasir tengah menganteri. Namun tidak satupun mengakui sebagai pemilik tambang tersebut.

Kemudian dikonfirmasikan kepada Pj Kepala Desa Tritunggal, Mulyadi yang menyatakan bahwa dirinya juga tidak mengetahui siapa pemilik tambang-tambang pasir di wilayah desa setempat.

Menurut pengakuannya dimungkinkan penambang di wilayah desa tersebut dilakukan oleh orang luar desanya. Karena lokasi penambangan itu terjadi di lokasi perbatasan Desa Tritunggal dengan Desa Tanjung Wangi.

Sementara bila dilihat dari peraturan pemerintah yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan batu bara dan mineral menyebutkan bahwa pertambangan yang tidak memiliki izin dapat dikenakan sanksi pidana dengan kurungan 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar. (H Alrasyid)

Komentar

Realita Lampung