oleh

Polisi Ungkap Peredaran Narkoba yang Melibatkan Narapidana

Polres Tanggamus ekspose hasil ungkap kasus peredaran narkoba, 7 pelaku diamankan dan dua diantaranya narapidana.

TANGGAMUS (RL) : Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus Polda Lampung berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 94,72 gram dengan kisaran nilai rupiahnya hampir Rp100 juta.

Disampaikan Kapolres Tanggamus, AKBP Satya Widhi Widharyadi, SIK, MH, pengungkapan kasus narkoba ini melibatkan dua orang berstatus narapidana yang saat ini tengah menjalani proses hukuman karena kasus ynag sama di salah satu lembaga pemasyarakatan di Lampung.

Dijelaskan AKBP Satya Widhi Widharyadi, pengungkapan kasus peredaran jenis sabu itu pihaknya mengamankan barang bukti seberat 94,72 gram.

Pengungkapan diawali dari penangkapan terhadap tersangka FE (41) alias N yang diduga sebagai pengedar. FE merupakan warga Pekon Sukabanjar, Kecamatan Gunungalip, Tanggamus yang ditangkap pada, Minggu (22/8/2021) sekitar pukul 18.30 WIB. Kemudian dilakukan pengembangan pada, Kamis (26/8/2021) sekitar pukul 15.30 WIB, dan jajarannya berhasil menangkap enam pelaku lainnya.

“Selain FE sebagai terduga pengedar, kami juga berhasil menangkap enam tersangka lainnya. Yaitu tersangka AW (20) dan CI (30), keduanya warga Pekon Sukabanjar. Lalu AQ (21) alias Aan dan IS (27) yang merupakan warga Pekon Sinarbanten, Kecamatan Talangpadang. Dua tersangka lagi, yaitu HP (38) dan HGP (32). Keduanya berstatus warga binaan di salah satu lapas di Lampung akibat kasus serupa,” kata AKBP Satya Widhy Widharyadi didampingi Wakapolres Kompol M. Ali Muhaidori, Kasatres Narkoba Iptu. Deddy Wahyudi, S.H., M.M., Kasi Propam Iptu. Ujang Srikandi, dan Kasubbag Humas Iptu. Yusuf, SH, Rabu (1/9/2021).

Terduga pengedar FE ini, menurut Kapolres, memang sudah pemain lama di peredaran narkoba. Bahkan dia baru menghirup udara bebas setelah keluar dari Rutan Kotaagung pada Mei lalu. Bukannya jera, FE justru kembali mengulangi aksinya untuk meracuni generasi muda Kabupaten Tanggamus.

Tujuh tersangka itu memiliki peranan masing-masing. FE peranannya diduga sebagai pengedar. Kemudian AW dan CI diduga sebagai kaki tangan FE. AQ mengaku berperan sebagai kurir sabu milik FE. Dia memiliki kaki tangan lagi, yaitu IS. Lalu dua narapidana HP dan HGP, berperan sebagai pemesan sabu-sabu yang dibeli FE kepada salah seorang bandar.

“Kini bandarnya telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keberhasilan pengungkapan peredaran sabu-sabu seberat 94,72 gram ini, juga tak terlepas dari kerja sama dan komunikasi yang baik dengan pihak Lapas tempat HP dan HGP menjalani vonisnya. Ini juga berkat kerja keras Tim Cobra yang dipimpin langsung Kasatres Narkoba,” terang AKBP Satya Widhy Widharyadi.

Kapolres menegaskan, terhadap ketujuh tersangka dipersangkakan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 junto 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009. Dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Untuk diketahui, ada beberapa barang bukti yang berhasil diamankan dari pengungkapan kasus ini. Antara lain sabu-sabu seberat 94,72 gram. Berbentuk 22 paket kecil siap edar. Lalu satu linting ganja kering, 4 kaca pirek, 6 pipet, 2 plastik alumunium foil, dan 2 unit handphone.

Fakta lainnya, tersangka HGP yang merupakan napi dalam perkara ini, sebelumnya adalah seorang Konselor Badan Narkotika Nasional (BNN). Dia ditangkap tahun 2017 lalu. Warga Kotabumi Selatan, Lampung Utara itu dijatuhi vonis empat tahun, Sementara sekarang, ia baru setahun menjalani hukuman di Lapas Narkotika. HGP kembali melakukan transaksi sabu-sabu tahun 2018 sehingga divonis sepuluh tahun penjara. (NN/BW)

Komentar

Realita Lampung