oleh

Anugerah Dewan Pers 2021


Jakarta (RL) : Dewan Pers menyelenggarakan program Anugerah Dewan Pers 2021 dalam rangka
mengapresiasi media massa, wartawan, lembaga dan perorangan yang memberikan
kontribusi untuk mewujudkan kemerdekaan pers di Indonesia.

Program ini diumumkan hari Kamis (9/9/2021) dalam rapat khusus Dewan Pers bersama
konstituen dan dihadiri juga anggota dewan juri Anugerah Dewan Pers secara daring dan
langsung. Karya jurnalistik media dan wartawan serta kontribusi perorangan dan lembaga
rentang waktunya mulai September 2020 sampai September 2021.

Ketua Dewan Pers Mohammad NUH dalam acara pembahasan Anugerah Dewan Pers
ini menyatakan bahwa, Dewan Pers ingin membangun budaya apresiatif konstruktif, untuk
semua pihak yang telah berkontribusi dalam membangun kehidupan pers di Indonesia.

Apresiasi dan penghargaan Dewan Pers ini ditujukan kepada para jurnalis, perusahaan pers,
tokoh dan lembaga yang telah berperan dalam mendukung perbaikan ekosistem pers di
Indonesia. UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi tonggak sejarah Kemerdekaan Pers
Indonesia. Di usia ke 22 tahun ini, telah banyak pihak yang telah berjasa memperjuangkan
dan meningkatkan kualitas kemerdekaan pers Indonesia, demi mendorong perikehidupan
demokrasi yang lebih baik dan berkeadilan sosial.

Tujuan dari pemberian Anugerah Dewan Pers ini adalah mengapresiasi kepada media
massa yang telah menjalankan fungsinya dalam menjaga kemerdekaan pers. Selain itu juga
memberikan apresiasi kepada wartawan yang telah menunaikan fungsinya dalam membuat
karya jurnalistik yang mendukung kemerdekaan pers. Tujuan lainnya memberikan apresiasi
kepada lembaga dan perorangan yang memiliki komitmen dan berkontribusi terhadap
kemerdekaan pers.

Kriteria
Untuk mendapatkan Anugerah Dewan Pers ini sejumlah kriteria telah disusun.
Pertama, bagi media dan wartawan yang memberikan kontribusi dalam menegakkan
kemerdekaan pers di Indonesia. Kedua, media dan wartawan yang memperkokoh
pelaksanaan UU Pers No 40 tahun 1999 dan mengikuti peraturan Dewan Pers termasuk Kode
Etik Jurnalistik. Ketiga, media dan wartawan yang melakukan fungsi kontrol sosial untuk
kepentingan umum. Keempat media yang memiliki tatakelola yang baik sesuai pedoman dan peraturan
yang ada. Kelima, media, lembaga dan perorangan yang memberikan kepeloporan terhadap pers Indonesia. Dan keenam lembaga dan perorangan yang memberikan kontribusi dalam menjaga dan memperkuat kemerdekaan pers.

Kategori
Pada program perdana ini, Dewan Pers berkolaborasi bersama konstituen Dewan Pers
dalam mengkoordinasikan peserta, penyeleksian dan nominasi. Anugerah Dewan Pers ini
direncanakan diberikan untuk 25 kategori, meliputi:

  1. Media Cetak, TV, Radio dan Siber tingkat Nasional
  2. Media Cetak, TV, Radio dan Siber wilayah Indonesia Bagian Barat
  3. Media Cetak, TV, Radio dan Siber wilayah Indonesia Bagian Tengah
  4. Media Cetak, TV, Radio dan Siber wilayah Indonesia Bagian Timur
  5. Wartawan media cetak, TV, Radio dan Siber.
  6. Tokoh perorangan yang berkontribusi untuk perkembangan kemerdekaan pers
  7. Lembaga yang berkontribusi untuk perkembangan kemerdekaan pers
  8. Tiga daerah dengan Hasil Indeks Kemerdekaan Pers Tertinggi di tahun 2021
    Karya jurnalistik media dan wartawan ini akan dikumpulkan pada bulan September
    2021 dan akan dilakukan penilaian dan seleksi penyisihan pada bulan Oktober 2021.

Proses penjurian akan dilanjutkan sampai November 2021. Untuk menjamin obyektifitas dan
kualitas para nominasi, Dewan Pers akan menyampaikan data kandidat hasil penyisihan
untuk mendapat masukan dari publik, sebelum dilakukan penilaian secara final.

Dewan juri babak final Anugerah Dewan Pers 2021 terdiri dari Mohammad NUH
(Ketua) dan anggota Bambang Harymurti, Atal Depari, Dr Dadang Rahmat Hidayat dan Yosep
Adi Prasetyo.

Teknis lebih lanjut tentang penyelenggaraan AnugerahDewan Pers 2021, akan
segera diinformasikan melalui website dan kanal media sosial Dewan Pers.

Mengenai manfaat Anugerah Dewan Pers ini, wartawan senior Bambang Harymurti
yang hadir saat peluncuran program Anugerah Dewan Pers 2021 ini mengatakan, “Manfaat
yang besar adalah insentif bagi wartawan yang taat kode etik dan menjalakan tugasnya
secara profesional. Mereka mendapatkan penghargaan dan diapresiasi,” ujarnya.

Setiap profesi itu apresiasi yang diharapkannya berbeda beda, kalau profesi bisnis,
apresiasinya itu laba uang, kalau apresiasi tentara penghargaan dan medali. Bagaimana
dengan wartawan atau media yang menjalankan tugasnya? Karena seringkali media atau
wartawan dalam menjalankan tugasnya rugi secara material bahkan berisiko. Maka sebuah
lembaga yang cocok memberikan anugerah adalah Dewan Pers. Hal itu disebabkan Dewan
Pers itu didirikan menurut undang undang yang dimanatkan menjaga kemerdekaan pers dan
meningkatkan mutunya dan melatih wartawan, kata Bambang Harymurti. (Rls/*)

Komentar

Realita Lampung