oleh

Tiga Warga Bumi Kencana Nyaris Menjadi Korban Penipuan

Hati-hati, Kakam Bumi Kencana; Warga harus kritis, jangan mudah terpedaya oleh oknum yang menjual nama aparatur Kampung untuk meminta mentranfer uang dan lain sebagainya.

Lampung Tengah (RL) : Tiga orang warga Kampung Bumi Kencana Kecamatan Seputih Agung nyaris jadi korban penipuan. Modusnya dengan mengirim pesan singkat via whats app dan mengaku sebagai Kepala Kampung setempat kemudian meminta sejumlah uang.

Kepala Kampung Bumi Kencana Supriono kepada RealitaLampung.com memaparkan kronologis upaya penipuan tersebut, Selasa (14/09/2021).

Awal mulanya, ada beberapa orang warga menelpone dirinya. Para warga tersebut bertanya perihal sebuah akun whats app dengan nomor +62 823 7160 7518 dengan poto profile dirinya.

Supriono menjelaskan, bahwa akun whats app dengan nomor dimaksud bukan miliknya. Sejumlah warga itu kemudian mengungkapkan, akun whats app itu meminta untuk mentranfer sejumlah uang. Karena tidak meyakini akun whats app itu milik Kepala Kampung setempat, mereka berinisiatif menghubungi Supriono melalui akun whats app yang mereka simpan.

Masih kata supriono, warganya yang melaporkan upaya penipuan berjumlah 3 orang. Untungnya, ketiga orang itu tidak terpedaya untuk mentranfer uang kepada pemilik akun whats app tersebut.

Mendapat laporan warganya, Supriono mencoba menelpon nomor tersebut tetapi tidak diangkat. Kemudian dia mengirimkan pesan singkat ke akun whats app itu untuk memperingatkan agar jangan melakukan upaya penipuan yang menjual namanya. Seketika pengelola akun whats app itu mengganti poto profilnya dengan foto Kepala Kampung Lainnya.

Supriono sedang mempetimbangkan akan melaporkan upaya penipuan itu kepada pihak yang berwajib. Hal itu demi mencegah adanya masyarakat yang tertipu dan mentranfer uang.

“Saya mohon bantuan, agar jangan menanggapi orang yang menjual nama orang lain untuk meminta sejumlah uang,” ujar Supriono.

Supriono juga berharap kepada awak media dan masyarakat, untuk membantu melacak upaya penipuan yang meresahkan itu. Warga juga perlu kritis, jangan mudah terpedaya oleh oknum yang menjual nama aparatur Kampung untuk meminta mentranfer uang. (Willy)

Komentar

Realita Lampung