oleh

Tersangka Korupsi Tidak Storkan Pajak 92 Juta

Awal dasar oknum Kades menjadi tersangka karena tidak storkan uang pajak 92 juta dan ada temuan dalam pengadaan sebanyak 13 juta.

Lampung Utara (RL) : Okum Kepala Desa Beringin, Kecamatan Abung Kunang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) pada tahun 2018-2019 oleh Kejaksaan Negeri Lampung Utara berdasarkan ada temuan kerugian negara sebesar Rp105 juta.

SA (Kiri) tersangka kasus korupsi DD dan ADD saat dijempur dari Desa Beringin, Kecamatan Abung Kunang, Selasa (21/9/2021) lalu.

Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Lampung Utara, I Kadek Dwi Ariatmaja, SH, MH, ketika dikonfirmasi menyatakan, berdasarkan hasil penyidik tim Kejari setempat pada realisasi program pembangunan di Desa Beringin, Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara pada tahun 2018-2019 lalu sedikitnya ada dua komponen terbesar dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oknum kades tersebut.

“Dari total 105 juta komponen terbesarnya ada pada pajak DD dan ADD yang tidak distorkan ke kas daerah sebesar 92 juta, sedangkan untuk fisiknya dari beberapa pengadaan terdapat temuan sekitar 13 jutaan,” kata I Kadek Dwi Ariatmaja, Jum’at (24/9/2021).

Berdasarkan temuan tersebut Tim Kejari Lampung Utara yang dibantu oleh tim buru sergap (Buser) Polres Lampung Utara pada, Selasa 21 September 2021 lalu melalukan penyemputan paksa kepada terduga pelaku yang merupakan oknum Kepala Desa Beringin setelah dilakukan pertemuan di balai desa setempat. “Yang pasti dari tim penyidik menemukan fakta demikian terhadap tersangka,” ujarnya, seraya menjelaskan dasar penyembutan paksa terhadap pelaku.

Pengamanan terhadap SA yang merupakan oknum Kepala Desa Beringin ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara (P-8) Nomor : Print-02.A/L.8.13/Fd.1/08/2021 tanggal 16 Agustus 2021, Tentang Dugaan Tindak Pidana Korupsi Program Pembangunan pada Desa Beringin Kecamatan Abung Kunang Kabupaten Lampung Utara TA.2018-2019 dengan jumlah sebesar Rp105.819.286, jelasnya. Sebelumnya penyidik, Kejaksaan Negeri Lampung Utara telah melakukan upaya pemanggilan terhadap yang bersangkutan sebanyak tiga kali. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa alasan yang jelas sehingga dilakukan penjemputan paksa oleh Tim Intelijen dan Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Lampung Utara yang dibantu anggota Polres Lampung Utara, ungkapnya. (RD/*)

Komentar

Realita Lampung