oleh

Kampung Varia Agung, Kampung Minim Pengangguran

Sudiyanto : “Kalau ada warga yang menganggur, itu karena warga itu yang malas bekerja.

Lampung Tengah – Disaat wabah Covid-19 berdampak kepada anjloknya perekonomian nasional, Kampung Varia Agung Kecamatan Seputih Mataram tidak terimbas signifikan. Sejumlah faktor menyebabkan Kampung itu “survive” dari dampak pandemi.

Kepala Kampung Varia Agung Kecamatan Seputih Mataram Sudiyanto mengatakan, Kampung Varia Agung sejak pandemi Covid-19 melanda tidak berdampak kepada perekonomian warganya.

Kantor Kampung Varia Agung sepenuhnya dibangun dengan swadaya masyarakat 

Ditemuai di kantor Kampung Varia Agung Jum’at (01/10/2021) Sudiyanto menuturkan, tinggkat pengangguran warganya sangat kecil. Kalaupun ada warga ekonomi lemah yang menganggur, disebabkan warga itu memang malas bekerja. Karena peluang kerja di kampung yang dipimpinnya selalu ada.

“Bahkan bisa dibilang disini susah mencari tenaga kerja. Karena pengangguran sangat jarang,” ujar Sudiyanto.

Masih kata sudiyanto, sebagian warganya merupakan petani padi dan jagung. Sebagian lainnya bekerja menjadi buruh pabrik. Posisi kampung berdekatan dengan sejumlah perusahaann seperti PT. GMP, PT. Indolampung dan PT. GGPC.

“Setiap hari ratusan warga diantar dijemput dengan mobil perusahaan untuk bekerja,” jelasnya.

Dia melanjutkan, upah sebagai buruh pabrik perhari mencapai 90.000 rupiah. Jumlah itu sudah melebihi upah minimum regional (UMR). Tidak sedikit warga yang suami dan istrinya bekerja sebagai buruh pabrik di perusahaan yang sama.

Menurut Sudiyono, kesadaran pentingnya fasilitas kampung warga sangat tinggi. Ditambah dengan semangat gotong yang kokoh. Terbukti, kantor Kampung Varia Agung dibangun dengan menggunakan dana swadaya masyarakat.

Partisipasi masyarakat mencakup materia. Termasuk juga tenaga kerja sukarela yang bergiliran bekerja membangun sampai selesai. Pembangunan dimulai dan selesai di Tahun 2020 lalu.

“Kantor ini sama sekali tidak menggunakan Dana Desa. Baik material dan tenaga kerja murni dari masyarakat,” pungkasnya. (Willy Dirgantara)

Komentar

Realita Lampung