oleh

Dukungan Pembangunan Jembatan Penghubung Muji Rahayu – Candi Rejo Mengalir

Lampung Tengah (RL) : Harapan warga Kampung Muji Rahayu Kecamatan Seputih Agung agar segera dibangun jembatan penghubung antara Kampung Muji Rahayu – Kampung Candi Rejo Menuai dukungan sejumlah pihak. Tapi sayangnya, janji yang pernah disampaikan Bupati tidak sesuai dengan keinginan warga.

Dukungan disampaikan oleh Kepala Kampung Gayau Sakti Kecamatan Seputih Agung Maksum. Dia mengatakan, yang mendukung agar jembatan penghubung itu segera dibangun tidak hanya dirinya. Kepala Kampung Candi Rejo Kecamatan Way Pengubuan Surip juga mempunyai harapan serupa. Bahkan dia bersama Kakam Muji Rahayu Subandi, Kakam Candi Rejo Surip pernah ke Bandar Lampung untuk mencari terobosan agar jembatan bisa dibangun.

Ditemui di rumah salah seorang warga Kampung Gayau Sakti (06/10/2021) Maksum mengungkapkan, Bupati Kabupaten Lampung Tengah Musa Ahmad bulan September lalu pernah meninjau ke lokasi. Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah Sumarsono juga meninjau ke lokasi belum lama ini. Untuk menindaklajuti usulan pembangunan jembatan.

“Kami bertiga (Maksum, Subandi, Surip) sudah pernah bertemu langsung dengan Bupati Musa,” ujarnya.

Maksum menuturkan, Bupati Musa menanggapi positif usulan pembangunan jembatan penghubung Kampung Muji Rahayu – Kampung Candi Rejo. Bupati menjanjikan akan merealisasikan usulan tersebut di Tahun 2022.

Tetapi pembangunan jembatan penghubung yang dijanjikan Bupati Musa akan dibangun tidak sesuai dengan permintaan masyarakat. Para warga berharap jembatan berbentuk permanen. Dan bisa dilalui oleh mobil angkutan berat. Sementara yang dijanjikan Bupati Musa berupa jembatan gantung.

“Karena jika diianggarkan dengan jembatan permanen bisa habis biaya banyak. Harapan kami (jembatan itu) permanen,” tandas Maksum.

Masih kata Maksum, tim dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sudah ke lokasi untuk observasi. Disimpulkan bahwa biaya pembangunan jembatan permanen memakan biaya besar. Selain biaya material dan lainnya, pembebasan lahan milik warga terkendala oleh biaya.

Diakui Maksum, jika dibangun jembatan gantung hikmahnya tidak terlalu besar. Karena tidak bisa dilalui kendaraan angkutan hasil bumi. Yang bisa melalui hanya kendaraan roda empat berukuran kecil.

“Harapan kita permanen. Tapi jawaban Bupati akan dibangun jembatan Gantung,” ucap Maksum.

Harapan warga Kampung Muji Rahayu agar dibangun jembatan penghubung antara Kampung Muji Rahayu – Kampung Candi Rejo menarik perhatian penggiat sosial kemasyarakatan Ahmad Basuri.

Ketua LSM Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GMCTA) Kabupaten Lampung Tengah ini mengatakan, akses transportasi di Kampung Muji Rahayu sangat terbatas. Posisinya yang berada di ujung batas Kecamatan Seputih Agung, hanya bisa ditempuh satu jalan dari jalan lintas sumatera

Menurut Ahmad Basuri, jarak tempuh dari jalan lintas sumatera terpangkas jika ada jembatan penghubung Muji Rahayu – Candi Rejo. Dengan demikian, aktifitas warga untuk mengangkut hasil bumi lebih efektif. Biaya transportasi terpangkas, waktu tempuh berkurang jauh.

“Saya yakin kalau ada jembatan Muji Rahayu – Candi Rejo berdampak secara sosial dan ekonomi. Dan dampak itu sangat signifikan,” tegasnya, saat ditemui di sekretariat LSM GMCTA Kabupaten Lampung Tengah, di Kelurahan Bandar Jaya Timur.

Ahmad Basuri mengapresiasi janji Bupati Musa untuk merealisasikan usulan pembangunan jembatan ditahun 2022. Kendati demikian Basuri menyayangkan jika jembatan itu hanya berupa jembatan gantung. Karena yang dibutuhkan warga adalah jembatan permanen yang bisa dilalui mobil angkutan truk yang membawa hasil bumi para warga.

Basuri mengingatkan, pembangunan jembatan penghubung Muji Rahayu – Candi Rejo di prioritaskan azas kemanfaatannya. Urgensi pembangunan jembatan yang tidak terlalu dominan, jangan dipaksakan membangun jika hanya berupa jembatan gantung.

Masih kata Basuri, dampak ekonomi dan sosial dengan adanya jembatan penghubung itu adalah mobil angkutan hasil bumi yang lalu lalang. Mobil pribadi tidak memberikan multiplier efeck kepada warga.

Kepada Pemkab Lampung Tengah Basuri menyarankan, agar membangun jembatan dengan bentuk permanen daripada jembatan gantung. Jika terkendala berupa biaya pembangunan yang besar, Bupati bisa mengambil opsi untuk menunda pembangunan sampai tersedia anggaran yang cukup untuk membangun jembatan yang permanen.

“Sebagai unsur dari lembaga kemasyarakatan, kami hanya bisa memberikan sumbang saran, demi kemajuan Lampung Tengah. Keputusan tetap ada ditangan Bupati sebagai kepala daerah,” pungkasnya. (Willy Dirgantara)

Komentar

Realita Lampung