oleh

Siswa SMAN 2 Tubaba Senang PTM, Kepsek Sebut Sesuai SKB 4 Menteri

Tubaba (RL) : Belum lama lakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pelajar di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali rasakan indahnya masa-masa di sekolah.

Betapa tidak, pasca pandemi Covid-19 mewabah di Kabupaten berjuluk Ragem Sai Mangi Waway itu membuat siswa-siswi harus melakukan pembelajaran secara Dalam Jaringan (Daring atau Online), Akibatnya mereka tidak menemukan suasana indah sekolah seperti sedia kala.

Seperti yang di utarakan Diki siswa kelas XII, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 02, Kecamatan Tulang Bawang Tengah ini misalnya. Dia merasa, senang dapat kembali sekolah tatap muka seperti biasanya, meskipun suasana sekolah tidak seramai sebelum mewabahnya pandemi Covid-19.

“Senang kak bisa sekolah seperti biasa, dari pada daring. Kalau sekolah seperti inikan bisa bertemu teman-teman, belajar juga lebih mudah dipahami. Yaa walaupun belum bisa masuk bareng-bareng karena dibagi dua sift, setidaknya kangen suasana sekolah sudah terobatilah,” katanya pada wartawan Kamis, 07 Oktober, 2021.

Meski kegiatan belajar mengajar tatap muka telah dilaksanakan, namun pihak sekolah tetap wajib menerapkan protokol kesehatan ketat lantaran Tubaba belum bebas dari pandemi Covid-19.

Dasuki, Kepala SMAN-02 Tulang Bawang Tengah mengatan penerapan PTM terbatas sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diantaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Kementeria Agama (Kemenag), Menteri Kesehatan (Menkes) serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Murid saya wajibkan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari sebelum masuk kelas siswa-siswi harus cuci tangan, cek suhu tubuh dengan termogram, antar bangku berjarak 1,5 meter, dan mereka juga dihimbau untuk memakai masker, membawa handsanitizer,” ungkapnya.

Dasuki menambahkan, sesuai intruksi pemerintah sekolah yang dipimpinnya juga memberlakukan pembelajaran tatap muka dibagi menjadi dua sift, serta waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikurangi dan tidak ada jam istirahat.

“Saya berharap siswa-siswi serta jajaran dewan guru di SMAN-02 ini tidak ada yang terpapar Covid-19, sehingga KBM dapat berlangsung secara aman hingga normal kembali seperti biasanya,” harapnya.

Diketahui, Kabupaten Tubaba saat ini masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro level II, dengan status zona kuning Covid-19. (JL/*)

Komentar

Realita Lampung