oleh

Elemen Masyarakat Soroti Proyek Rp1,2 Miliar yang Diduga Asal Jadi, Muncul Sejumlah Oknum Berupaya Mediasi

TANGGAMUS (RL) : Pengkerjaan Proyek Rigid Beton (Rigid Pavement) di Dusun Pematang Teba, Pekon Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, senilai Rp1,2 miliar yang diduga asal jadi menuai sorotan dari elemen masyarakat, seperti LSM dan anggota DPRD Kabupaten setempat serta tokoh pemuda. Terkait persoalan ini, muncul oknum-oknum berupaya memediasi terkait pemberitaan dengan alasan proyek terkait milik oknum wartawan salah satu organisasi ternama di Provinsi Lampung.

“Gencarnya berita terkait proyek Rigid beton Rp1,2 M itu, menjadi sorotan berbagai kalangan lembaga kontrol sosial, utamanya LSM GMBI dan MP3, sudah beberapa hari ini, muncul oknum oknum yang upaya memediasi untuk tidak melanjutkan pemberitaan. Mirisnya lagi, oknum oknum itu mengatasnamakan sesama wartawan dan proyek itu milik oknum ketua organisasi wartawan ternama di lampung. Jika benar demikian, oknum itu wartawan atau kontraktor,” Ini semua suara rekording dan menyebut nama oknum itu kami simpan. Jangan main-main,” kata Ketua LSM GMBI Distrik Kabupaten Tanggamus, Amroni. Jum’at 8 Oktober 2021 kemarin.

Disampaikan juga oleh Ketua LSM MP3, Arpan, bersama dengan tim LSM GMBI Tanggamus, akan terus melakukan pendalaman informasi data berkaitan dengan proyek Rp1,2 M tersebut.

“Siapapun pemilik proyek itu, atas dugaan asal jadi, maka pihak Dinas PUPR bertanggung jawab khususnya teknis pengawasan dan jika nanti sampai diterima atau PHO, maka jelas indikasi dugaan pelanggaran hukum turut menikmati hasil kejahatan, gratifikasi dan dugaan korupsi. Sebab, hasil data dokumen sejak titik nol pekerjaan, sudah ada dan patut batalkan serta gelar ulang pekerjaannya,” pungkas Arpan.

Terpisah, salah satu tokoh pemuda Tanggamus, Hipzon menyampaikan, proyek Rigid Beton di Pekon Teba dengan pelaksana CV.Bumi Pratama asal Bandar Lampung itu, patut di duga asal jadi dan patut dilakukan pekerjaan ulang serta di kroscek ulang dari titik nol. Jalan merupakan infrastruktur akses mobilitas ekonomi masyarakat.

“Saya sebagai pemuda Kabupaten Tanggamus yang lahir di Tanggamus , sangat menyayangkan adanya pembangunan proyek miliaran dikerjakan asal asalan. Mewakilk segenal Pemuda di Tanggamus, menjaka masyarakat khususnya warga Kecamatan Kelumbayan dapat ikut serta kontrol mengawasi proyek tersebut. Jangan hanya mengandalkan pihak Dewan sebagai wakil rakyat,” ungkapnya.

Sampai saat ini, pihak Dinas PUPR, khususnya pihak Bina Marga, belum bisa ditemui untuk di konfirmasikan. Demikian juga pelaksana proyek rigid pavement tersebut, yang kini muncul milik oknum wartawan Ketua Organisasi ternama di Lampung dengan mengutus orang tangan kanannya yang bertugas di Kabupaten Tanggamus.

Tim media terkait, berulang di hubungi dan ditemui sejumlah oknum mengaku wartawan dan tergabung di organisasi kewartawanan ternama di Provinsi Lampung. (Asosiasi Jurnalis Online Lampung)

Komentar

Realita Lampung