oleh

Hati-hati Ya Bunda, Baca! Peristiwa Bocah Tersiram Air Panas

Lampung Utara (RL) : Musibah memilukan yang menimpa seorang bocah berusia 4 tahun warga Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara diharapkan dapat menjadi pembelajaran berharga bagi orang tua khusus kaum ibu-ibu.

Musibah memilukan yang dialami Haim Adi Saputra putra kedua dari pasangan Sahrudin dan Indah Pertiwi yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi dengan kondisi sekujur tubuhnya melepuh karena terkena air panas diharapkan bisa menjadi pembelajaran berharga.

Tak ayal ketika melihat kondisi Haim Adi Saputra, Ketua TP-PKK Lampung Utara, Hj. Nur Endah Sulastri bersama jajarannya pada pandangan mata mereka terlihat berkaca-kaca menahan tangis karena haru ketika menyaksikan langsung rintihan Haim Adi Saputra yang terus saja menangis.

Hj. Nur Endah Sulastri istri dari Bupati Lampung Utara Budi Utomo ini ketika menjenguk Haim Adi Saputra tidak banyak berkata, hal ini karena rasa haru yang membuat dirinya begitu terenyuh dalam rasa ikut menahan keperihatinan dengan kondisi Haim Adi Saputra.

Terlebih lagi Haim Adi Saputra, bocah yang baru berusia 4 tahun itu merupakan salah seorang warganya yang tergolong kurang mampu dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Pada kunjungannya itu Ketua TP-PKK Lampung Utara, Hj. Nur Endah Sulastri lantas memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Maya N Manan untuk membantu Haim Adi Saputra dan keluarganya untuk membuat dan segera menerbitkan kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Yang kuat ya nak,” ujar Nur Endah Sulastri singkat kepada Haim Adi Saputra yang terus menagis di pelukan sang ibunya, Indah Pertiwi, Selasa (19/10/2021).

Disisi lain, Sahrudin ayah Haim Adi Saputra menjelaskan, peristiwa tersiramnya Haim Adi Saputra karena air panas itu terjadi mutlak karena musibah.

Pada saat itu, kata Sahrudin, tanpa sepengetahuan Indah Pertiwi istrinya, Haim Adi Saputra sang anak yang dia ketahui memang dekat dengan ibunya dan kemanapun istrinya disana anaknya selalu berada.

Ketika kejadian, istrinya yang tengah memasak air dan setelah air itu matang, Idah ibu Haim Adi Saputra  mengangkat air mendidih tersebut dari atas kompor, lalu tiba-tiba gagang panci yangdipegangnya patah, akhirnya, air itu tumpah dan mengenai tubuh Haim Adi Saputra.

“Istri saya tidak tahu kalau ada Haim menghampirinya, sehingga ketika gagang panci patah air yang baru diangkat tumpah ke arah  ke tubuh Haim,” kata Sahrudin. Dari kejadian ini, semoga dapat dipetik hikmahnya oleh kalayak ramai, meski merasa dekat dengan sang buah hati (Anak), khususnya ibu-ibu untuk bisa mewaspadai hal-hal yang bisa membahayakan. Pastikan posisi anak agak jauh ketika kita tengah melakukan aktifitas keseharian terlebih di perlatan dapur. (IN/RD)

Komentar

Realita Lampung