oleh

4 Jam Hujan Lebat, Bandar Jaya Barat Kebanjiran

Lampung Tengah – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Terbanggi Besar dan sekitarnya Senin malam (01/11/2021), menyebabkan banjir di sejumlah lokasi di Kelurahan Bandar Jaya Barat. Warga meminta Pihak terkait mengambil langkah darurat

Hujan lebat disertai angin di Kecamatan Terbanggi Besar dan sekitarnya terjadi sejak pukul 4 sore itu menyebabkan banjir di sejumlah tempat di Kelurahan Bandar Jaya Barat. Lingkungan I dan Lingkungan II Kelurahan setempat yang terdampak paling parah.

Kepala Lingkungan II Kelurahan Bandar Jaya Barat Imanullah Ali kepada awak media menuturkan, lokasi banjir di Lingkungan II ada dibeberapa titik. Yakni di gang Manggis belakang Chandra, Jalan Gatot Subroto depan rumah Hi. Syamsul, Jl. HI. Rasuna Said, Gang Apel depan Mushola Al Munawaroh, Gang Palem belakang Tosherba Chandra dan di Gang Mangga depan Masjid Istoqomah.

Genangan air di sejumlah lokasi banjir yang paling tinggi dikatakan Boim sapaan akrab Imanullah Ali berada di Gang Mangga depan Masjid Istiqomah. Bahkan sejumlah rumah di belakang Masjid Istiqomah ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

“Ada warga yang telpone saya bilang, kalau di dekat rumahnya sudah seperti danau,” ujar Boim, saat ditemui ketika sedang memantau situasi di lingkungannya.

Ditanya penyebab terjadinya banjir Boim mengatakan dirinya tidak bisa memastikan. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya banjir. Selain hujan lebat yang terjadi selama berjam-jam, saluran drainase yang buruk juga memberikan andil yang signifikan.

Boim mencontohkan, drainase di Gang Palem Lingkungan II mampet. Akibatnya air tidak mengalir dengan baik dan menyebabkan genangan semakin tinggi. Di Gang Mangga depan Masjid Istiqomah menjadi titik terendah. Di lokasi tersebut tidak ada saluran air yang menuju tempat lainnya.

Diakui Boim, banyak pekerjaan rumah di Lingkungan II yang perlu segera dilakukan. Seperti membenahi saluran drainase. Lingkungan II menurut Boim adalah jatung kota Bandar Jaya Barat.

AKIBAT SAMPAH
Lurah Bnadar Jaya Barat Pebri Eka Yanti, yang sedang meninjau ke lokasi banjir mengatakan, sampah menjadi faktor utama yang menyebabkan banjir. Sebab sampah membuat saluran air tertutup sehingga aliran air tidak lancar.

Masih kata Pebri, dirinya mendengar keluhan warga Lingkungan I dekat SMPN 3 Terbanggi Besar. Para warga mengatakan, banyak oknum warga membuang sampah di lokasi tersebut. Diakui warga setempat, yang membuang sampah adalah oknum warga yang tinggal di tempat lain.

Dia mengungkapkan, dirawa-rawa samping SMPN 3 Terbanggi Besar gorong-gorong yang selama ini menjadi saluran air tertutup oleh tumpukan sampah. Akibatnya air menggenang dan tidak mengalir ke lokasi yang lebih rendah.

Dikatakan Febri, ada 4 warga korban banjir sampai mengungsi karena banjir cukup tinggi. Untuk mengatasi bencana banjir kali ini, dia berencana memnjam alat berat excavator untuk mengeruk sampah yang menutup gorong-gorong di dekat SMPN 3 Terbanggi Besar.

Syarifudin warga RT.05/RW.01 Lingkungan I Kelurahan Bandar jaya menuturkan, banjir di sekitar rumahnya terjadi dengan cepat. Ada 4 kepala Keluarga di sekeling rumahnya panik saat banjir menerjang. Saat hujan sedang deras, genangan air mencapai dada orang dewasa.

Spontan dia dan keluarga mengamankan diri menuju lokasi aman karena banjir tidak terkendali. Tidak satupun barang berharga dirumahnya yang bisa diselamatkan. Beberapa unit sepeda motor miliknya terpaksa direlakan tenggelam. Begitu juga tetangga lainnya tidak ada yang sempat menyelamatkan barang-barangnya. Dia berharap pihak terkait segera mengambil langkah darurat. Agar kejadian banjir tidak terulang.

“Yang saya pikirkan selamatin anak dan istri. Gak mikirin harta benda lagi,” ujar Udin, sapaan akrab Syarifudin.

PINJAM ALAT BERAT
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Tengah Najamudin bersama Anggota Komisi II Hanafi yang meninjau ke lokasi banjir di samping SMPN 3 Terbanggi Besar mengatakan, dirinya akan meminta Dinas Bina Marga Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk meminjamkan alat beratnya.

Alat berat itu untuk mengeruk dan membersihkan sampah yang menutupi saluran gorong-gorong di samping SMPN 3 Terbanggi Besar. Kepada masyarakat, Najamudin meminta agar menjaga kebersihan. Karena tumpukan sampah bisa menyebabkan banjir.

“Kepada Kaling (kepala Lingkungan) saya meminta agar mengajak warganya bergotong royong. Juga mengajak warganya menjaga kebersihan,” pungkasnya.
(Willy)

Komentar

Realita Lampung