oleh

Minat Tinggi Kendala Pengetahuan, Dinas Perikanan Hadirkan Penyuluh Pusat

Lampung Utara (RL) : Memenuhi permintaan masyarakat Desa Pengaringan Kecamatan Abung Barat, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara bersama perwakilan Tim Penyuluh Perikanan Pusat memberikan penyuluhan kepada warga.

Kegiatan penyuluhan dan pembinaan terhadap kelompok tani ikan ini selain dihadiri oleh perwakilan masyarakat yang tergabung dalam beberapa kelompok tani ikan Desa Pengaringan juga langsung dibuka Kepala Desa Pengaringan Alpizon dan diikuti Bhabinkamtibmas Bripka Meiji Yutika dari Polsek Abung Barat Polres Lampung Utara dan acara berlangsung di aula desa setempat, Rabu 3 November 2021.

Dipertemuan itu, Sarkasi menyampaikan ungkapan terimakasih dan rasa hormat dari masyarakat karena Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara bersama Tim penyuluh telah bersedia memberikan penjelasan tentang budidaya ikan bagi masyarakat setempat.

“Alhamdulilllah hari ini bukan hanya penyuluh, tapi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara juga langsung hadir dikegiatan ini,” ujarnya.

Pada acara itu juga saat pembukaan, Kepala Desa Pengaringan, Alpizon menyampaikan, bahwa kegiatan yang dilangsungkan tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat yang terus melalukan berbagai upaya seperti yang dilangsungkan hari ini.

“Khususnya yang punya lahan sawah bisa mendengarkan penjelasan yang disampaikan penyuluh dan Kepala Dinas Perikanan agar bisa dicerna dan dimengerti tentang budi daya ikan. Karena ini merupakan peluang usaha yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Alpizon.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara, Sanny Lumi, S. STP, M. Si, bersama M. Arman Saputra, A. Md, Penyuluh Perikanan Pusat menyampaikan, terkait alih pungsi lahan pertanian ke perikanan jika peluangnya lebih baik kenapa tidak dimanfaatkan pada lahan-lahan yang ada.

Sanny Lumi menjelaskan, di Kabupaten Lampung Utara di daerah Desa Sekipi, Kecamatan Abung Tinggi saat ini sudah bisa menjadi contoh karena masyarakat di desa tersebut sudah membuktikan hasil dari sektor perikanan dengan memanfaatkan sumber daya alam.

“Saat ini satu desa itu telah mampu menghasilkan ikan dalam satu harinya bisa mencapai 4-5 ton. Masyarakat di sana sudah banyak yang memanfaatkan lahannya untuk berbudidaya ikan, dan iu kita support dengan melakukan kerjasama dengan pihak penyuplai dan penampung hasil panen ikannya,” kata Sanny Lumi.

Untuk proses alih pungsi lahan dari pertanian ke perikanan tentunya akan melalui proses. Tapi semua perlu dipertimbangkan karena lahan pertanian di desa ini berada dilingkungan banyak air.  

Dengan beralihnya ke sektor perikanan, bisa diperhitungkan dengan hasil yang didapatkan oleh masyarakat dari pada melanjutkan di pertanian yang hasilnya hanya cukup dari tahun ke tahun dan berjalan seperti biasa-biasanya, lanjutnya.

Ditambahkannya, sampai dengan saat ini sudah hampir berjalan dua tahun ini, selain di Desa Sekipi ada daerah lain yang mulai mengolah lahan-lahan untuk dimanfaatkan menjadi lahan perikanan ada di wilayah Kecamatan Abung Timur, Bungga Mayang dan Kecamatan Abung Tengah.

Di Desa Pengaringan ini, kata Sanny Lumi pak Sarkasi sudah mulai berbudidaya ikan dan untuk hasilnya tentunya dia sudah bisa merasakan meski belum berjalan maksimal, ungkapnya.

Kemudian dilanjutkan M. Arman Saputra, A. Md, Penyuluh Perikanan Pusat yang mengatakan kunci dalam berbudidaya ikan ada pada niat dan kemauan warga itu sendiri. Karena lanjutnya, dalam berbudidaya ikan diperlukan keseriusan untuk bisa berkembang. Berbudidaya ikan ini selain adanya lahan juga diperlukannya SDM yang mendukung.

Merespon pemaparan dari Tim Penyuluh dan Kepala Dinas Perikanan tersebut beberapa perwakilan warga menyampaikankeluhan mereka selama mencoba berbudidaya ikan namun gagal dan kendala-kendala itu diakui mereka karena faktor kurang pengetahuan tengan berbudidaya ikan.

Saya sudah pernah membuat dua kolam, dan setelah saya tebar bibitnya banyak yang mati dan itu hampir 40 persen yang mati, itu karena kurangnya pengetahuan saya untuk berbudidaya ikan. Alhasil setelah panen saya rugi kurang lebih dua belas juta, ungkap warga dihadapan Kepala Dinas Perikanan dan Tim Penyuluh.

Sementara warga lain menyampaikan niatnya untuk beralih pungsi dari lahan pesawahan menjadi lahan perikanan atau dibuatkan kolam, yang menanyakan haruskan mereka membuat izin khusus atau ada saran bagi mereka dari pemerintah khususnya Dinas Perikanan.

Menanggapi itu, Sanny Lumi mengatakan, itulah manfaatnya dari dibentuknya kelompok tani ikan guna mempasilitasi keluhan warga dalam kelompok tersebut agar bisa diregistrasi melalui dinas terkait. Untuk lahan garapan perikanan tentunya akan diregistrasi di Dinas Perikanan dan lahan Pertanian pada Dinas Pertanian, jelas Sanny Lumi.

Sedangkan untuk kelompok yang telah terbentuk dia meminta agar segera melakukan registrasi ke dinas yang saat ini dia pimpin supaya segera dilakukan pembinaan oleh pihak penyuplai dan penampung hasil panen ikan yang dikelola kelompok tani ikan di desa setempat.

Mengenai bibit, pakan dan penampung hasil panen, lanjutnya, sebelumnya juga telah dijelaskan pada saat melakukan pembinaan kelompok-kelompok tani ikan disejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Utara. bahwa pihak penyuplai siap melakukan kerjasama dengan sistem kemitraan. Untuk terealisasinya kemitraan itu Dinas Perikanan setempat siap mempasilitasinya karena pihak perusahaan atau penyplai hanya akan melakukan kerjasama dengan kelompok tani ikan yang telah teregistrasi di Dinas Perikanan. (IN/RD)

Komentar

Realita Lampung