oleh

Diduga SMAN 1 Kebun Tebu Lambar Korupsi Dana BOS

Lampung Barat (RL) : Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SMAN 1 Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Tahun Anggaran 2020 diduga fiktif.

Pasalnya, meski kegiatan belajar mengajar (KBM) banyak dilakukan secara daring sebagai kebijakan ditengah pandemi Covid-19, tim BOS sekolah ini masih menghabiskan anggaran ratusan juta untuk dana kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakulikuler.

Data yang berhasil dihimpun awak media dari berbagai sumber menyebutkan, pada Tahun 2020 lalu, SMAN 1 Kebun Tebu mendapat alokasi dana BOS sebesar delapan ratus juta rupiah lebih. Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk membiayai komponen kegiatan, termasuk kegiatan ekskul, kegiatan rehab sarpras, kegiatan pengembangan perpustakaan, dan multimedia.

Dugaan penyimpangan ini dikuatkan keterangan seorang guru yang diwawancarai di lokasi sekolah pada Jumat (5/11/2021) lalu. Menurut dia, nyaris sepanjang Tahun 2020 seluruh KBM dilakukan secara daring.

“Apalagi kegiatan ekstrakulikuler. Saya pastikan sepanjang tahun lalu itu tidak ada. Kantin aja tutup kok,” ujarnya.

Keterangan senada juga dituturkan Egi, seorang siswa kelas X pada SMAN 1 Kebun Tebu. Menurut dia, pembelajaran tatap muka baru dilaksanakan sejak dua pekan lalu. Itupun dengan sistem ganjil genap secara bergiliran sesuai absen siswa. “Kalau tahun lalu ya daring terus Pak,” terang Egi.

Meski demikian, laporan penggunaan dana BOS pada SMAN 1 Kebun Tebu menunjukkan aliran uang dalam jumlah besar untuk membiayai pembelajaran dan kegiatan ekstrakulikuler sepanjang Tahun 2020. Dana ratusan juta dimaksud disalurkan dalam tiga tahap. Serapan terbanyak ada pada tahap satu dan tahap tiga saat wabah pandemi covid-19 sedang melonjak penularannya.

Saat dimintai konfirmasinya terkait dugaan ini, Kepsek SMAN 1 Sugeng tidak berada di tempat. Sejumlah awak media kemudian mencoba menghubungi via ponsel yang bersangkutan namun tidak dijawab. Karena belum mendapat konfirmasi via ponsel, awak media kemudian berusaha melakukan chating menggunakan aplikasi WhatsApp untuk meminta konfirmasinya. Namun Sugeng tidak juga memberi jawaban. Pesan yang masuk hanya dibaca namun tidak dibalas.

Menanggapi dugaan dana BOS fiktif ini, sejumlah warga Lampung Barat menyatakan sangat prihatin. Warga meminta aparat penegak hukum mulai dari inspektorat, kepolisian, hingga kejaksaan yang ada di Propinsi Lampung turun tangan memeriksa pengelolaan dana BOS yang dilakukan tim BOS SMAN 1 Kebun Tebu.

Sebab, menurut warga, pihak pengelola dana negara yang tidak peka pada kondisi wabah covid-19 dan krisis ekonomi yang menyertainya harus ditindak tegas. Ditengah krisis kesehatan dan krisis ekonomi yang melanda dunia, semua pihak terutama aparatur pemerintah yang diberi kuasa mengelola uang rakyat wajib di ingatkan dan diawasi agar tidak terjadi kerugian negar yang berarti juga kerugian warga. Apalagi jika para siswa yang menjadi korbannya. (Yos/*)

Komentar

Realita Lampung