oleh

Patroli Media Sosial, Polsek Seputih Mataram Ungkap Kasus Pencurian

Lampung Tengah (RL) : Sebuah toko alat-alat pancing di Kampung Rejo Sari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram dibobol maling. Pencurian tersebut akhirnya terungkap dengan penelusuran melalui media sosial.

Kapolsek Seputih Mataram Iptu Yudi Kurniawan mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Oni Setiawan menuturkan, korban bernama Ahmad Z, warga RT. 021/RW. 009 Kampung Bumi Setia, Kecamatan Seputih Mataram.

Korban melaporkan bahwa toko miliknya yang bernama Anung Pancing di Kampung Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, di bobol maling, Selasa (09/11/2021) sekira Jam 22.15 Wib.

Masih kata Kapolsek, pencurian itu diketahui oleh korban hari Rabu (10/11/2021) sekira jam 07.00 Wib setelah ditelpon oleh karyawannya. Saat di cek oleh korban, kondisi didalam toko berantakan dan gemboknya juga hilang. Diduga pelaku masuk toko dengan merusak gembok teralis terlebih dahulu dan mencongkel engsel.

“Didalam toko barang- barang yang hilang diantaranya uang sebesar 500.000 rupiah, joran Pancing berbagai merk 36 buah dan RIL Pancing berbagai merk 40 buah, akibat dari kejadian itu, korban menderita kerugian sebesar 22.500.000 rupiah,” jelas Kapolsek.

Usai menerima laporan korban, petugas Polsek Seputih Mataram segera melakukan penyelidikan. Kanit Reskrim dan anggota melakukan patroli di media sosial. Ternyata ada yang menjual barang mirip milik korban. Setelah diteliti, dipastikan barang yang ditawarkan adalah milik korban yang dicuri.

Penjual barang curian tersebut diketahui berinisial AW (46), warga dusun III RT.08/RW.03 Kampung Fajar Mataram Kecamatan Seputih Mataram.

Petugas lalu melakukan penggerebekan dan penggeledahan dirumah AW. Dari hasil penggeledahan disita barang berupa 1 Buah Ril Merk DS 300, 1 Buah Ril Merk Fugu, 1 Buah Ril Merk Slamer, 1 Buah Ril Merk Valiant.

Selain itu sejumlah barang lainnya berupa 3 buah stik pancing merk Osianik, 1 buah joran pancing merk King Kobra, 1 buah joran pancing merk Osaka dan 1 buah joran pancing merk Grand Prista juga disita petugas.

Kepada petugas AW mengaku dirinya hanya penadah. Sedangkan barang tersebut didapat dari adik iparnya yang masih DPO. Karena saat dilakukan penangkapan pelaku sempat kabur sebelum petugas datang.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku AW kami Jerat dengan Pasal 363 KUHPidana dan atau Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sementara pelaku utamanya masih dalam pengejaran Polisi,” Tutupnya. (WD/Rls)

Komentar

Realita Lampung