oleh

Diduga SDN 3 Liwa Fiktifkan Sejumlah Komponen Anggaran Dana BOS

Lampung Barat (RL) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler tahun 2020 di Sekolah Dasar Negeri 3 (SDN 3) Liwa, Kabupaten  Lampung Barat disejumlah komponen diduga fiktif.

Dalam laporan penggunaan Dana BOS SDN 3 Liwa ada yang menimbulkan sejumlah pertanyaan, sebab di masa pandemi covid -19, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditiadakan, namun ada laporan penggunaan anggaran Kegiatan Sekolah yang tidak masuk akal, seperti anggaran untuk Pembelajaran dan Ekstrakulikuler yang menelan anggaran Puluhan Juta Rupiah.

Diduga SDN 3 Liwa Fiktifkan sejumlah penganggaran untuk Ekstrakulikuler yang bersumber dari dana BOS Tahun 2020, disinyalir tidak sesuai dengan penerapan di lapangan.

Dari data BOS yang ada menunjukan, bahwa Sekolah menganggarkan untuk kegiatan Ekstrakulikuler di tahap 1, 2 dan 3, namun kenyanyataannya kegiatan tersebut tidak ada karena pembelajaran berlangsung tatap muka dan dilaksankan pembelajaran melalui daring (belajar online) dikarnakan pandemi Covid-19.

Kepsek SDN 3 Liwa, Suryana, saat dikonfirmasi penggunaan dana BOS Tahun 2020, tidak bisa menjelaskan secara rinci kepada awak media beberapa waktu lalu, ia mengatakan “Saya lupa, karena yang megang datanya bendahara sekolah, bendaharanya lagi di jawa ngantar Ibunya sakit, nanti saja tunggu Bendahara pulang,” dalihnya.

Di hari yang berbeda, Bendahara SDN 3 liwa saat dimintai keterangan penggunaan dana BOS untuk apa saja, Rohayati mengatakan, lupa besaran anggaran, serta rincian anggaran untuk kegiatan apa saja, dia berdalih data tersebut sudah di berikan ke Dinas Pendidikan dan diperiksa Inspektorat, bahwa tidak ada masalah, ia menegaskan tidak ada data maupun arsip rincian kegunaan dana BOS Tahun 2020 di Sekolah, ungkapnya.

“Saya tidak tahu, lupa berapa besaran dana BOS dan rinciannya untuk apa saja, saya tidak bisa menjelaskannya, data kami sudah di Dinas Pendidikan dan sudah diperiksa Inspektorat, jadi kami tidak ada arsip rincian anggaran data BOS tahun 2020 di Sekolah”, ungkap bendahara SDN 3 liwa, Rabu 17 November 2021 yang lalu.

Saat ditanya kembali ada tidak anggaran untuk ekstrakulikuler di tahap 1, 2 dan 3, Bendahara Sekolah mengatakan tahap 1 ada anggarannya untuk persiapan lomba, saat dikonfirmasi rinciannya, tidak bisa menjawab, namun di tahap 2 dan 3 ia menegaskan tidak ada sama sekali anggaran untuk ekstrakulikuler.

Tentunya pernyataan pihak sekolah SDN 3 justru bertolak belakang dengan laporan data rekapitulasi penggunaan dana BOS yang dimiliki awak media pada tahun 2020, dikarnakan Sekolah itu di tahap 1, 2 dan 3 ada anggarannya bernilai puluhan juta rupiah untuk pembelajaran Ekstrakulikuler. (YS)

Komentar

Realita Lampung